Westlife Konser di Jakarta 2027, Ini Harga Tiket & Jadwal Presale
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
Sejumlah warga Mulyorejo RT 62 RW 16 Lowanu Sorosutan Umbulharjo mendapat perawatan di RS Jogja seusai mengalami keracunan makanan, Rabu (19/9/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Puluhan anak dan lansia warga Mulyorejo RT 62 RW 16 Lowanu Sorosutan Umbulharjo mengalami keracunan makanan. Polisi menyebut sejumlah makanan diduga sebagai penyebab keracunan.
Kapolsek Umbulharjo Kompol Alaal Prasetyo menyatakan, dari informasi yang diterima, warga yang keracunan mengkonsumsi jenis makanan soto dan bubur kacang hijau. "Makanan itu diperoleh setelah kegiatan Posyandu anak dan lansia. Makanan itu dimasak sendiri oleh warga secara bergiliran," katanya, Rabu (19/9/2018).
Alaal menambahkan pihaknya hingga kini belum mendapat laporan terkait kasus tersebut. Meski begitu, selama tidak ada laporan, korban yang kritis dan meninggal dunia kepolisian tidak akan mengusut kasus tersebut.
"Kami belum dapat informasi siapa yang memasak? Kalau dari rasa [soto dan kacang hijau] yang dikonsumsi warga terasa kecut dan pahit," jelasnya.
Setiono, warga RT 62 mengatakan jika kasus tersebut bermula saat digelar kegiatan pemeriksaan anak dan lansia pada Selasa (18/9/2018) sore. Seusai pemeriksaan, peserta mendapat bingkisan berupa makanan dari penyelenggara. "Itu kegiatan Posyandu yang digelar oleh warga juga," katanya.
Setiba di rumah, anaknya Seril yang masih berusia tiga tahun dan istrinya Suryani mengonsumsi makanan yang dibawa dari acara tersebut. "Awalnya tidak apa-apa, tapi Rabu pagi Seril mengalami demam sampai 40 derajat, muntah-muntah dan diare," kata Suryani.
Karena mengalami gejala seperti keracunan, Setiono dan Suryani langsung memeriksakan anaknya ke Puskesmas terdekat. Suryani sendiri mengaku mengalami diare sejak mengonsumsi makanan dari kegiatan Posyandu. "Karena masih muntah-muntah terus, kami bawa ke RS Jogja," katanya.
Hingga Rabu petang, sejumlah warga masih berdatangan ke RS Jogja. Selain menjenguk para korban, sebagian lainnya merupakan korban yang baru memeriksakan diri.
Plt Direktur RS Jogja sekaligus Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Jogja Agus Sudrajat mengatakan hingga Rabu sore tercatat 33 warga yang masuk dan dirawat di rumah sakit tersebut. "Indikasinya terjadi gejala keracunan. Ini baru pertama terjadi di Jogja dengan korban cukup banyak," kata Agus.
Dari jumlah tersebut, katanya, mayoritas yang mengalami gejala keracunan adalah para lansia. Hanya sebagian kecil korban berasal dari anak-anak. Para korban ditangani di IGD. "Tidak ada yang kritis, setelah ditangani bisa langsung pulang. Hanya satu orang yang masih kami rawat mudah-mudahan bisa segera pulang," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.