Guguran Lava Pijar Merapi Terus Terjadi

Foto kubah lava baru Merapi - Ist/BPPTKG
27 September 2018 19:07 WIB Irwan A Syambudi Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Setelah terpantau terjadi guguran lava pijar pada Selasa (25/9/2018) kemarin, kini hampir setiap hari Gunung Merapi mengalami guguran lava pijar. Namun demikian hal ini dinilai sebagai fenomena biasa di tengah pertumbuhan kubah lava.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan (BPPTKG) DIY, Hanik Humaida menjelaskan bahwa guguran lava pijar memang masih terus terjadi. Hal ini terjadi seiring dengan pertumbuhan kubah lava.

"Kalau Merapi tumbuh kuba lava itukan setelah masih ada suplai dari dalam berarti ada yang ke permukaan, kemudian dia akan gugur. Guguran ini lah yang [menyebabkan] terjadinya guguran lava pijar. Sebenarnya guguran ini terus terjadi sampai sekarang," kata dia saat ditemui di kantor BPPTKG, Kamis (27/9/2018).

Setelah terpantau terjadi guguran pada Selasa kemarin, kemudian pada Rabu (26/9/2018) petang hingga Kamis (27/9/2018) pagi juga terpantau terjadi beberapa kali guguran lava pijar. Total ada sembilan kali guguran.

"Ini artinya bahwa aktivitas Merapi masih ada, sehingga kami masih dalam status waspada. Jadi hembusan dan guguran masih ada terus, walaupun itu sekarang tumbuhnya [kubah lava] kecil," jelasnya.

Menurutnya sebelum terjadi guguran lava pijar Selasa kemarin, sudah terjadi guguran lava pijar. Namun hal itu tidak dapat terlihat langusung baik dari permukiman penduduk ataupun CCTV pemantauan milik BPPTKG, karena aktivitas lava berada di dalam kawah.

"Ada pijaran api [lava] yang masuk itu fenomena biasa pada saat kubah lava tumbuh di Merapi. Jadi tidak perlu dikhawatirkan fenomena Merapi ya seperti itu," kata Hanik.