Kemenhan Beri Santunan Rp50 Juta untuk Korban Latsarmil SPPI
Kemenhan beri santunan Rp50 juta bagi peserta SPPI yang meninggal, sekaligus evaluasi total sistem latihan militer.
Ketum Gerindra Prabowo Subianto bertemu Amien Rais dan Ketum PA 212 Slamet Maarif di Mekkah./Suara-Foto Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA- Pendukung Aksi Bela Islam 212 memilih mendukung Jokowi-Maruf agar pentolan FPI Rizieq Shihab dipulangkan ke Tanah Air.
Sejumlah orang yang mengklaim diri sebagai aktivis gerakan Aksi Bela Islam 212 mendeklarasikan mendukung Jokowi - Maruf Amin di Pilpres 2019. Aksi Bela Islam 212 merupakan demonstrasi di tahun 2017 dengan tuntutan memenjarakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok karena tuduhan menistakan agama.
Saat itu momentum Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017. Ahok merupakan calon kepala daerah petahana yang juga mantan Wakil Gubernur saat Jokowi menjadi gubernur DKI Jakarta.
Koordinator eks 212 kawal KH Maruf Amin, Razman Arif Nasution menuturkan salah satu agenda yang dibawa setelah dukung Jokowi - Maruf Amin adalah memperjuangkan kepulangan pentolan FPI Rizieq Sihab dari Arab Saudi.
"Agenda ini termasuk di dalamnya adalah kita akan memperjuangkan dalam hal ini Rizieq Shihab untuk kembali ke Indonesia dengan aman nyaman dan damai dan tentu koridor hukum," kata Razman di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).
Mantan pengacara Rizieq Shihab itu mengungkapkan, terbentukanya gerakan eks 212 kawal KH Maruf Amin karena kegelisahan melihat adanya pengiringan opini bahwa seakan para alumni gerakan Aksi Bela Islam 212 yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 mendukung pasangan Prabowo - Sandiaga.
Padahal kata Razman, lahirnya gerakan 212 karena keluarnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dipimpin Maruf Amin, atas pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tentang Al-Maidah ayat 51.
Menurutnya, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) saat itu berkomitmen untuk mengawal fatwa yang dikeluarkan Ma\'ruf Amin. Untuk itu, Razman dan rekan-rekannya yang tergabung kedalam gerakan eks 212 kawal KH Maruf Amin mempertanyakan mengapa saat ini GNPF Ulama justru malah berpaling mendukung pasangan Prabowo - Sandiaga.
"Sekarang muncul pertanyaan fatwa apa yang telah dikeluarkan oleh MUI sehingga harus dikawal GNPF dan sekarang memberikan dukungan kepada Prabowo Sandi," ucapnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kemenhan beri santunan Rp50 juta bagi peserta SPPI yang meninggal, sekaligus evaluasi total sistem latihan militer.
Pemkab Sleman genjot Beasiswa Sleman Pintar untuk wujudkan satu sarjana per keluarga miskin dan putus rantai kemiskinan.
JNE jadi Official Logistics Partner Prambanan Jazz 2026, memastikan distribusi teknis konser berjalan lancar dan tanpa hambatan.
KPK tegaskan pengembalian amplop oleh Menhut tidak menghapus pidana, penyidikan dugaan suap kawasan hutan Kuansing terus berjalan.
Konser Slank di Bandung hadirkan nostalgia dan dorong musisi lokal serta ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Danais DIY bangun 146,3 km jalan desa dan rehab ratusan RTLH, dorong ekonomi serta pemberdayaan masyarakat lokal.