Literasi di Tengah Hutan

Kelompok musik Ada Kalanya tampil di acara Desember Sastra yang digelar di Alas Literasi Banjarharjo, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul pada Sabtu (1/12/2018). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
02 Desember 2018 22:20 WIB Rahmat Jiwandono Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Minat baca, khususnya kalangan muda terus digenjot. Supaya upaya peningkatan minat baca bisa optimal, diperlukan inovasi dalam penerapannya, salah satunya adalah konsep acara yang tak bisa seperti Desember Sastra.

Dalam acara yang digelar di Alas Literasi Banjarharjo, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, Sabtu (1/12/2018) itu, literasi disosialisasikan dengan cara yang berbeda, yakni dengan mengajak masyarakat untuk belajar bersama di tengah hutan. Dalam acara yang rutin digelar sekali dalam setahun itu, literasi yang diajarkan adalah literasi budaya, literasi keuangan, literasi ilmu pengetahuan.

Pendamping dan Pengelola Alas Literasi Banjarharjo, Reza Marzuki mengatakan alas literasi merupakan pusat kegiatan sosial kemasyarakatan. Di tempat tersebut ada pojok baca, perpustakaan, dan kelas bermain.

Pihak pengelola alas literasi juga berupaya mengembangkan potensi bisnis Alas Literasi Banjarharjo. “Sisi bisnis yang coba kami kembangkan adalah tempat pemberhentian orang yang berwisata ke Hutan Pinus. Acara Desember Sastra ini sebagai promosi wisata,” ucap Reza.

Pengisi acara yang hadir dalam acara Desember Sastra antara lain melibatkan masyarakat sekitar serta komunitas-komunitas sastra, anggota DPRD Bantul Komisi A, Laili Maharani , serta kelompok musik Ada Kalanya.

Selain memainkan musik yang interaktif dengan penonton, lirik lagu yang ditampilkan kelompok musik Ada Kalanya menggunakan diksi yang sarat makna edukasi literasi. “Mereka hadir karena pengolahan katanya yang interaktif dengan pengungjung, tadi mereka berkata selamat malam semuanya bisa diubah menjadi semuanya selamat malam. Desember Sastra juga turut menampilkan Rodad Tegong Asinan serta Sandiwara Ketoprak,” ucap Reza.