Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Beberapa peserta membuat detergen ramah lingkungan dalam kegiatan pelatihan pembuatan detergen di Dusun Kopat, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, Minggu (2/12/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pertumbuhan industri di Kulonprogo berakibat pada meningkatnya limbah domestik khususnya detergen yang mencemari lingkungan. Kesadaran masyarakat dalam pengelolaan air limbah perlu ditingkatkan.
"Khususnya di Kota Wates mulai marak usaha yang memakai detergen misalnya usaha laundri dan pencucian kendaraan. Semua limbah masuk kategori limbah domestik. Limbah ini harus dikelola dengan baik oleh masing-masing usaha dengan membuat instalasi pengolahan air limbah [IPAL] mandiri. Atau jika sudah ada IPAL komunal bisa bergabung di situ," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo, Aris Prastawa, Selasa (4/12/2018).
Aris menekankan masyarakat dan pelaku usaha harus mampu mengolah limbah domestik. DLH, menurut Aris, memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mengelola limbah. "Setiap kegiatan harus ada pengelolaan lingkungan. Semua harus ada dokumen pengelolaan lingkungan," ucap Aris.
Disinggung soal tingkat pencemaran limbah domestik khsususnya yang berasal dari detergen, DLH Kulonprogo belum menghitung. Sejauh ini DLH masih melakukan analisis untuk memperkirakan dampak terburuk dan cara penanggulangan.
Keberadaan detergen yang diklaim ramah lingkungan menjadi salah satu solusi mengurangi tingkat pencemaran air. Sejumlah organisasi masyarakat gencar menyosialisasikan penggunaan detergen ini termasuk Organisasi Satu Desa Satu Enterpreneur (Sadesae).
Organisasi tersebut saat ini gencar memberikan pelatihan pembuatan detergen ramah lingkungan yang menyasar masyarakat di perdesaan. Bebeberapa di antaranya dilakukan di Pengasih dan Sentolo.
Pendiri Sadesae, Rizal Rinaldi, mengatakan pelatihan pembuatan detergen ramah lingkungan membantu mengurangi pencemaran air di Kulonprogo.
"Sejauh ini kami belum tahu pasti seberapa parah pencemaran air dengan adanya limbah detergen di Kulonprogo, meski demikian kami bertekad untuk ikut menanggulanginya dengan mengadakan pelatihan ini," ucap Rizal.
Keberadaan detergen ramah lingkungan sudah ada sejak beberapa tahun silam. Sejumlah pemuda di Bumi Binangun yang tergabung dalam Program Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Perdesaan (PSP-3) pernah memproduksi detergen bermerek BEN pada 2015.
Detergen yang disebut matic tersebut dinilai memiliki beberapa keunggulan. Selain ramah lingkungan karena tidak menimbulkan banyak busa dan menghemat penggunaan air, keunggulan lainnya yakni detergen tersebut mampu melepas noda dari pakaian serta mengikat kotoran di dalam air.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.