Puluhan Alat Pertanian Disalurkan untuk Petani Gunungkidul, Badingah Bantah Ada Kepentingan Politik

Penyerahan alat bantuan pertanian di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Senin (17/12/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
18 Desember 2018 06:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, mendorong pertanian di Gunungkidul dengan pemberian bantuan peralatan tani. Dalam kesempatan itu Bupati Gunungkidul, Badingah menyampaikan bantuan tersebut dari dana APBD dan APBN.

Badingah mengatakan bantuan tersebut bukan dari perorangan tertentu, karena merupakan bantuan dari pemerintah. Saat ditanya kekhawatiran ditumpangi kepentingan politik, bantuan-bantuan tersebut, Badingah tidak banyak berkomentar. “Ya seperti itulah, karena ini tahun politik. Namun sudah saya sampaikan ini bantuan dari pemerintah murni,” ujar Badingah, Senin (17/12/2018).

Badingah hanya berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan produktifitas pertanian. Bantuan ini dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah, pemberian bantuan tersebut juga dikaji dengan adanya pengajuan dari masing-masing kelompok tani.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto enggan berkomentar terkait ada tidaknya modus bantuan pemerintah yang ditunggangi kepentingan politik.

Bambang hanya menyampaikan bantuan yang diberikan kepada para petani, diantaranya 10 unit traktor roda dua, 15 unit cultivator, 20 unit pompa air pertanian, 5 unit pompa air untuk peternakan, 3 unit sinklin yang bersumber dari dana APBN. Kemudian dari dana APBD sendiri diberikan 32 unit cultivator.

Diharapkan Bambang dengan bantuan tersebut dapat meningkatkan produktifitas pertanian di Gunungkidul. Menurutnya, seiring berkembangnya teknologi memang patut untuk terus dilakukan modernisasi dalam pengolahan lahan pertanian. Sehingga lebih optimal dan efisien, tidak memerlukan waktu yang lama dalam pengolahan tanah. Berbagai kendala tentunya dihadapi oleh para petani saat melakukan penggarapan lahan, mayoritas masyarakat Gunungkidul pun memiliki lahan yang luas-luas pula.

“Terlebih sekarang ini kan musim penghujan terus mundur, jadi untuk mempercepat pengolahan tanah dibutuhkan peralatan modern, salah satunya ya pemberian bantuan ini,” ujar Bambang.

Puluhan bantuan mesin modern ini diharapkan juga dapat untuk menghasilkan pendapatan bagi kelompok tani. Dengan demikian, penggunaan mesin ini bisa disewakan atau digunakan untuk keperluan lain yang sekiranya menghasilkan materi untuk biaya perawatan.

Ketua Kelompok Tani Jati Subur, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, Sutartomengaku dengan bantuan ini dapat terbantu pertanian di tempatnya, untuk meningkatkan produktifitas. “Dengan alat kan lebih singkat pengolahan tanahnya. Sehingga menumbuhkan semangat bertani,” ujarnya.