6.000 Pekerja Dikerahkan, Kebut Pembangunan Bandara Kulonprogo

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan sedang melihat maket NYIA di Joglo kantor proyek NYIA PT Pembangunan Perumahan (Persero), Kamis (20/12/2018). - Harian Jogja/Uli Febriarni)
21 Desember 2018 11:50 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Pimpinan Proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) Angkasa Pura I, Taochid Purnama Hadi menuturkan, saat ini total pekerjaan di lahan bandara baru mencapai 22%. Hingga akhir tahun, pekerjaan akan dilakukan bersamaan, progresif.

Untuk dapat mengejar target pekerjaan April 2019, maka pihak proyek akan mulai fokus pada pekerjaan di area airside seperti landasan pacu, taxiway, apron. Selain itu, untuk area landside akan fokus pada terminal, main power house, ground water tank, tower, kargo, menara ATC, gedung administrasi dan sejumlah bangunan lainnya agar bisa selesai.

Untuk fuel hydrant system masih baru akan beroperasi optimal pada 2020. Namun Pertamina telah menyiapkan mobil untuk suplai bahan bakar pesawat selama masa operasi NYIA pada 2019.

Agar semua pekerjaan bisa selesai sesuai target, maka jumlah pekerja akan ditambah, dari yang sebelumnya 2.000 orang menjadi 6.000 orang.

"Sementara itu, untuk underpass yang kini dikerjakan oleh Wijaya Karya, dibangun dengan 11 zona. Kami minta pada saat NYIA mulai beroperasi zona 9 dan zona 3 sudah selesai, jadi bisa lewat di atasnya. Kalau keseluruhan Jalan Daendels, dibuka pada 2020," papar Taochid, Kamis (20/12/2018).

Ditanyai perihal kebutuhan listrik di area NYIA, ia menyebut untuk kebutuhan secara temporer, NYIA membutuhkan listrik 8,66 megawatt dan secara bertahap menjadi 12 megawatt pada 2020. Saat ini, sudah dilakukan pekerjaan jaringan listrik, berbentuk pemindahan jalur dan penyambungan baru.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan yang berkunjung ke Kulonprogo mengungkapkan, ia telah berkomunikasi dengan PLN Jateng-DIY dan mereka menyatakan baru bisa menyuplasi jaringan listrik sebesar 6,4 megawatt.

Sedangkan PT Pembangunan Perumahan (Persero) menyatakan siap membantu pendanaan agar PLN bisa membantu mencukupi kebutuhan listrik NYIA. Dirinya juga siap berembuk dengan PLN pusat agar persoalan ketersediaan listrik NYIA bisa teratasi.

"Presiden maunya semua cepat selesai, makanya, kami melakukan pengecekan. Jangan sampai presiden ke sini dua kali, kami baru sekali," ucapnya.

Ia menyebut, nantinya para pekerja proyek yang berjumlah sekitar 6.000 orang akan bekerja dibagi dalam tiga shif.

Luhut Binsar Panjaitan menginginkan agar proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) selesai seluruhnya pada akhir 2019 atau paling lambat awal 2020.

Ia berharap pembangunan terminal bandara selesai sekitar November 2019. Namun, ia akan mendorong terminal sudah selesai pada Oktober 2019 dan diperkirakan Jogja akan memiliki bandara internasional yang mungkin lebih baik dibanding Bali.

"Jadi sekitar 7, 8 atau 9 April 2019, penerbangan internasional sudah bisa mendarat di NYIA," kata dia, seusai meninjau lahan proyek pembangunan NYIA.