Kunjungan Wisatawan Libur Natal dan Tahun Baru di Gunungkidul Tak Sesuai Harapan

Ilustrasi Pantai Sepanjang yang sepi. - Harian Jogja/David Kurniawan
01 Januari 2019 20:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jumlah kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru jauh dari target yang ditetapkan Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul. Begitupun dibanding tahun lalu jumlahnya lebih sedikit.

Sekretaris Dispar Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan dari kunjungan wisatawan Sabtu (22/12/2018) hingga Senin (31/12/2018) jumlah wisatawan 176.707 wisatawan. Sementara untuk libur tahun baru Selasa (1/1) diperkirakan sekitar 20.000 wisatawan. Jika dijumlahkan masih jauh dari target yaitu 344.000 wisatawan pada liburan Natal dan Tahun Baru ini.

“Dibanding libur Natal dan Tahun Baru tahun lalu, turun sekitar 90.000. Tahun lalu ada sekitar 290.000 wisatawan,” ujar Hary, Selasa (1/1/2019).

Penurunan diduga karena kabar Tsunami yang ada di Banten dan Lampung sehingga mempengaruhi psikologis masyarakat yang akan berkunjung ke pantai. Padahal kawasan pantai menjadi andalan di Gunungkidul. Selain itu cuaca yang kurang mendukung, dinilai juga membuat kunjungan menurun.

Dikatakan Hary sebenarnya potensi wisata tidak hanya pantai dan pemerintah terus berupaya mempromosikannya. Sejumlah Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) IV, V dan VI sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Gunungkidul Nomor 3 tahun 2014 di Gunungkidul dapat menjadi tujuan wisata alternatif selain pantai. Diantaranya Kerajinan Batik Kayu Bobung, Hutan Wanagama, Air Terjun Sri Getuk, Gua Rancang Kencana, Gunung Api Purba Nglanggeran (geosite), lokasi Out Bound Jelok.

Meski sudah dilakukan berbagai upaya, target kunjungan dalam setahun ini juga tidak mencapai target. Target hingga tutup tahun 3,5 juta pengunjung dengan target PAD Rp28,2 Miliar, sementara realisasinya Rp24,2 Miliar dengan jumlah kunjungan 3.040.095 pengunjung. Tidak terpenuhinya target tersebut dinilai karena kondisi alam. Pasca badai cempaka di akhir 2017 lalu kunjungan wisata sepi sehingga target triwulan pertama tidak terpenuhi dan pada pertengahan kembali ada gelombang tinggi.

Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Gunungkidul, Surisdiyanto yang memantau kawasan di Pantai Sepanjang juga mengungkapkan kunjungan yang sepi, tidak seperti saat libur biasanya.

“Mungkin karena dampak Tsunami di Banten dan Lampung, ikut sepi di Gunungkidul. Sebenarnya masih aman untuk wilayah Pantai di Gunungkidul, yang terpenting menaati imbauan petugas saja,” ujarnya.

Dikatakannya tidak banyak wisatawan yang mengunjungi pantai saat malam pergantian tahun dan menginap. Hanya dibeberapa pantai saja, seperti di Pantai Watu Kodok, Ngrumput dan Sanglen.