MASA KAMPANYE : Pelanggaran Administrasi hingga Pidana Terjadi di Sleman

Sejumlah spanduk dan baliho yang diduga mengarah sebagai alat peraga kampanye (APK) Pemilu 2019 terpasang saat kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di acara panen padi di Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Senin (9/4/2018). - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi)
12 Januari 2019 13:50 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman mencatat, selama masa kampanye, dari September 2018 sampai Januari tahun ini pelanggaran kampanye masih didominasi pelanggaran administrasi. Hanya ada satu pelanggaran pidana yang menjerat caleg dari GunungKidul.

Koordinator Divisi Hukum, Data, dan Informasi Bawaslu Kabupaten Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan pelanggaran saat penyelenggaraan kampanye berlangsung didominasi oleh pelanggaran administrasi.

Pelanggaran administrasi tersebut seperti terkait dengan banyaknya pelanggaran pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK).

"Sementara ini masih banyaknya pelanggaran administrasi, kalau pidana hanya kasus saja, yaitu kasus Ngadiyono," kata Arjuna pada Rabu (9/1/2019). Arjuna mengatakan tindakan yang Bawaslu Sleman lakukan terkait pelanggaran administrasi tersebut yaitu dengan melakukan penertiban APK.

Sementara, terkait kasus pidana yang menjerat Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Ngadiyono, pihak Bawaslu Sleman masih melakukan tahap pemeriksaan dan sudah melakukan penyitaan terhadap mobil dinas milik Ngadiyono.