Ribuan ASN Langganan Beras Sleman

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun meninjau Gapoktan di Desa Sidomulyo, Godean, Sleman, Selasa (15/1/2019). - Ist/Humas Pemkab Sleman.
16 Januari 2019 08:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN— Ribuan aparat sipil negara (ASN) Pemkab Sleman sudah mulai berlangganan beras yang diproduksi kabupaten tersebut. Kenyataan ini membuat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Sleman mendapatkan omzet ratusan juta dari hasil menjadi produsen beras.

Guna mendukung program ini, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun melakukan peninjauan ke Gapoktan di Sidomulyo,  Godean,  Sleman, Selasa (15/1/2019). Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengecek kesiapan gapoktan yang menjadi produsen beras di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Heru Saptono menyatakan saat ini ASN Sleman yang sudah berlangganan Beras Sleman mencapai 1.400 orang.  Artinya omzet yang didapatkan oleh gapoktan yang menjadi produsen Sleman mencapai Rp140 juta. Jika keuntungan mencapai 10%, maka gapoktan produsen Beras sleman bisa memperoleh pemasukan sebesar Rp14 juta setiap bulannya.

Pihaknya terus mendorong untuk meningkatkan jumlah ASN yang berlangganan beras Sleman hingga 5.000 pelanggan pada tahun 2019 ini. Dalam waktu dekat ini akan direalisasikan kerja sama dengan toko modern berjejaring di  Sleman, dengan jumlah 126 gerai. "Hal ini menunjukkan bahwa beras Sleman tidak kalah kualitasnya dengan beras dengan merk lain yang ada dipasaran," kata Heru.

Heru menambahkan Beras Sleman ini memiliki keunggulan 3P, yaitu tanpa pemutih, tanpa pengawet dan tanpa pewarna. "Dengan adanya beras sleman ini rantai panjang distribusi beras di Sleman ini dapat diperpendek, karena sebelumnya beras hasil produksi banyak dibeli oleh pengusaha dari luar Sleman dan diberi kemasan merk tertentu dan dibeli lagi oleh konsumen di Sleman," katanya.

Saat ini sudah ada tiga gapoktan yang menjadi produsen beras Sleman yaitu, Gapoktan Sidomulyo, Gapoktan Sekarsari Sari Harjo Ngaglik dan Gapoktan Agro Jogotirto Berbah. Ia berharap upaya yang telah dilakukan ini melalui program ini, membuat Beras Sleman menjadi tuan rumah di wilayah sendiri. Ke depan dengan program yang telah diimplementasikan ini dapat mewujudkan visi dan misi Kabupaten Sleman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sleman. “Dalam idiom jawa nandur opo sik dipangan, mangan opo sing ditandur,” ujarnya.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menyampaikan saat ini meskipun jumlah penduduk Sleman yang berprofesi sebagai petani di Sleman mencapai 11% namun demikian PDRB pertanian menduduki peringkat kelima dalam struktur PDRB Kabupaten Sleman. Ia mendorong agar PDRB dari sektor pertanian dapat ditingkatkan. Salah satunya melalui proses pemasaran yang inovatif, karena saat ini pemasaran yang baik menjadi salah satu kunci keberhasilan dari produk. Selain perlu ditingkatkan intensifikasi lahan pertanian, karena memang lahan pertanian di Sleman terus menurun luasnya.

“Kami menekankan pada komitmen dari hulu hingga ke hilir, baik itu dari petaninya, dari instansinya, dan juga stakeholdernya. Dengan adanya branding beras sleman yang saat ini mulai kuat ini, harus dikuatkan juga supplynya jadi jangan sampai kewalahan dalam memenuhi permintaan konsumen,” ucapnya.

Sri Muslimatun mengingatkan agar gapoktan untuk menjamin kualitas Beras Sleman, jangan sampai produk itu justru inputnya bukan dari beras yang dihasilkan di Sleman. “Jangan sampai kita membohongi konsumen, karena kalau beras yang dihasilkan di Sleman kita tahu kualitas produknya, kalau dari tempat lain kita tidak tahu mutu dan kualitasnya,” katanya.