Tahun Ini, Pemkot Jogja Targetkan 25.000 Unduhan JSS

Logo Pemkot Jogja (Harian Jogja)
25 Januari 2019 16:20 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejak diluncurkan pada Juni 2018, hingga awal tahun ini total unduhan aplikasi Jogja Smart Service (JSS) kini telah mencapai 10.000 lebih unduhan.

Kepala Bidang Informasi dan Statistika Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Dinas KIP) Kota Jogja Tutiek Susiatun mengatakaan hingga Jumat (25/1/2019) pukul 10.000 WIB, jumlah unduhan aplikasi JSS sudah mencapai 10.490 kali unduhan. Tahun ini, kata dia, pihaknya menargetkan aplikasi JSS diunduh sebanyak 25.000 kali.

Agar JSS semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh lebih banyak pengguna, dia mengaku Dinas KIP terus menyosialisasikan serta mengenalkan JSS ke banyak tempat. Mulai dari tingkat kelurahan hingga satuan PKK. “Aplikasi JSS akan terus dikembangkan. Pada tahun ini kami menambah layanan Si Warga,” kata dia, Jumat.

Layanan Si Warga, diakui dia membantu masyarakat yang memerlukan surat pengantar dari rukun tetangga (RT) atau rukun warga (RW), sebagai syarat mengurus dokumen administrasi ke kelurahan dan kecamatan. Dengan adanya Si Warga dan serta koneksi Internet aktif, maka pengajuan penerbitan surat pengantar RT dan RW bisa dilakukan secara daring, sekalipun pengurus RT atau RW berada di luar kota bahkan di luar negeri.

Proses pembangunan sistem dan regulasi pendukung Si Warga, menurut dia diproses secara simultan. “Layanan ini hanya mengganti kertas [surat pengantar menjadi paperless], verifikasi tetap harus dilakukan di tingkat RT atau RW,” ujarnya.

Dia mengungkapkan aplikasi dalam JSS maupun pendukungnya, harus bisa berlaku dan digunakan di seluruh kelurahan yang ada di Kota Jogja. Apalagi JSS juga sudah terkoneksi dengan data kependudukan yang ada dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). “Walau demikian kami menyadari, sebaik apapun pelayanan kami, tidak mungkin bisa memenuhi harapan masyarakat. Setidaknya kami berusaha untuk menipiskan jarak antara harapan masyarakat dan kemampuan kami,” ujar dia.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas KIP Jogja, Tri Hastono menyatakan selama kurang lebih enam bulan setelah diluncurkan, Dinas KIP mengevaluasi sejumlah hal dari JSS. Mulai dari penambahan jumlah unduhan pengguna; jumlah menu yang sebelumnya 23 layanan kini menjadi 35 menu layanan; hingga adanya beberapa pengembangan teknis.

Beberapa pengembangan yang dilakukan misalnya dalam mendukung sektor pendidikan, dihadirkan menu monitoring siswa. Layanan ini menjembatani komunikasi antara siswa, guru dan sekolah, baik itu kaitannya dengan perilaku, pesan untuk orang tua, info nilai kegiatan.

Sedangkan untuk bidang perekonomian misalnya terkait dengan e-retribusi pasar,” kata Tri.