DIY Usul ke Pusat Agar Pelaksanaan UNBK Tanpa Pengawas

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji. - Harian Jogja/Desi Suryanto
09 Februari 2019 07:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Disdikpora DIY mengusulkan kepada Kemendikbud agar pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tanpa menggunakan pengawas. Usulan itu sekaligus untuk membangun kepercayaan dan mendidik siswa berlatih jujur melalui pelaksanaan UNBK yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

“Kami sudah usulkan ke Jakarta [Pemerintah Pusat], di ruang ujian tidak perlu ada pengawas. Anak-anak kita sudah dapat dipercaya tidak perlu ada prasangka. Apapun keputusan di Jakarta saya menyebut orang yang di dalam itu bukan pengawas tetapi fasilitator,” ucap Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, R. Kadarmanta Baskara Aji, Kamis (7/2).

Hal tersebut dinilai akan bisa menumbuhkan kepercayaan, dan kejujuran anak itu sendiri. Penerapan sistem itu juga menurutnya akan membuat anak lebih nyaman, tidak perlu ada tekanan. Terpenting menurutnya memenuhi prosedur yang ada, contoh salah satunya tidak membawa buku ke ruang ujian.

“Kami ingin menghilangkan mental kalau diawasi kerja kalau gak diawasi tidak kerja. Itu bisa dimulai dari Ujian Nasional ini, atau ujian harian lainnya juga sudah diterapkan di DIY,” ucapnya.

Terkait persiapan UNBK sendiri dikatakan Baskara berbagai hal telah dilakukan mulai dari persiapan teknis listrik, jaringan internet dan lain sebagainya, serta persiapan dari siswa sendiri dengan berbagai latihan ujian.

Wakil Ketua Dewan Pendidikan DIY, Prof Buchory pun mendukung langkah tersebut. Diungkapkannya adanya usulan dari Kepala Disdikpora DIY tersebut perlu diapresiasi karena sejalan dengan moto Disdikpora DIY yaitu prestasi tinggi dan jujur pasti.

“Usulan ini bisa efektif dan  untuk sekolah di DIY karena UN sudah dilaksanaksn secara UNBK,” kata Guru besar Program Pasca Sarjana Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) itu.

Ia mengatakan dengan tanpa pengawas karena UN berbasis komputer maka tetap dapat mengurangi kecurangan dan dapat membentuk jiwa dan sikap jujur bagi peserta didik.

Menanamkan kejujuran pada anak harus ditekankan agar dalam menempuh UN dan ujian-ujian lain sehingga tidak perlu melihat ada pengawas atau tidak mereka akan tetap jujur karena sebagai umat beragama yakin dan percaya. “Walau bisa terhindar dari pengawasan pengawas tapi kita yakin bahwa ada malaikat dan Tuhan yang melihat kita kalau kita tidak jujur,” ujarnya.