Bantul Targetkan Partisipasi Pemilih Meningkat pada Pemilu Kali Ini

Foto ilustrasi. - Bisnis Indonesia
12 Februari 2019 18:20 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul menargetkan partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 mencapai 82% dari total daftar pemilih tetap (DPT). Seperti diketahui, jumlah DPT Bantul untuk Pemilu 2019 sebanyak 707.009, sedangkan capaian partisipasi pemilih dalam Pemilu 2014 silam sudah mencapai 81,2%.

Komisioner KPU Bantul, Mestri Widodo mengatakan target partisipasi pemilih pada pemilu tahun ini lebih tinggi ketimbang target yang ditetapkan KPU RI secara nasional, yakni 77,5%. Menurutnya partisipasi pemilih secara nasional dari periode ke periode pemilihan presiden memang cenderung menurun. Bahkan pada pemilu 2014 secara nasional hanya mencapai 73%.

"Sementara di Bantul cukup tinggi. Maka pemilu tahun ini kami yakin partisipasi pemilih bisa mencapai 82 persen," kata Mestri, di sela-sela sosialisasi pemilih dan layanan pendaftaran formulir A5 bagi pemilih di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (12/2/2019).

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya terus berupaya mengajak masyarakat agar menggunkan hak uaranya pada 17 April mendatang melalui berbagai keiatan. Para sukarelawan demokrasi juga diterjunkan untuk ikut mensosialisasikan sampai ke dusun-dusun.

Selain menjaga DPT supaya tidak golput, KPU Bantul juga menyediakan layanan bagi warga luar daerah, terutama mahasiswa yang tidak bisa memilih di kampung halamannya. Layanan tersebut adalah Pojok A5. “Jadi pemilih yang tidak bisa pulang bisa menggunakan hak suaranya melalui TPS di Bantul dengan bukti formulir A5,” ucap Mestri.

Menurut Mestri, mahasiswa atau calon pemilih bisa mendaftarkan diri melalui Pojok A5 yang disediakan KPU atau bisa langsung mendaftarkan diri melalui kantor KPU Bantul. Pendaftar, kata dia, hanya perlu membawa e-KTP. Nantinya petugas KPU akan memverifikasi apakah pemilih tersebut sudah terdaftar di TPS tempat asal atau belum. "Kalau sudah terdaftar sebagai pemilih maka masuk dalam datftar DPTb [daftar pemilih tambahan]. Kalau belum terdaftar tetap kami data untuk diinformasikan ke KPU tempat asal pendaftar," ujar dia.

Mestri mengatakan layanan A5 akan dilayani maksimal sampai batas akhir KPU Bantul untuk menetapkan jumlah DPTb, yakni pada 17 Februari mendatang. Setelah itu sudah tidak bisa dilayani, kecuali memilih di TPS yang di desa yang sesuai dengan alamat di KTP yang masuk kategori pemilih khusus atau DPK.

Pemilih khusus pun hanya bisa mengunakan surat suara cadangan yang tersedia di TPS. Setiap TPS diakui ada terdapat 2,5% dari total jumlah pemilih surat suara cadangan. “Sampai Selasa, total yang sudah memanfaatkan A5 di Bantul baru sekitar 300 orang. Kami masih menunggu sampai 17 Februari,” ujar dia.

Dwi Husna Swastika, 21, mengaku diuntungkan dengan adanya layanan A5. Mahasiswi Ilmu Pemerintahan UMY asal Probolinggo ini memastikan tidak bisa pulang saat pemilu 17 April nanti karena ada kegiatan. "Adanya layanan A5 ini saya tidak akan golput. Sayang kalau golput. Satu suara saya bisa menentukan masa depan bangsa," ujar Husna, seusai mengakses layanan A5 di Lobi Fisipol UMY.