Jelang Pelaksanaan UNBK, Simulasi Digelar Hingga 6 Kali

Ilustrasi persiapan UNBK. - Solopos/M. Ferri Setiawan
20 Februari 2019 14:15 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Sebanyak enam simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) digelar menjelang pelaksanaan ujian. Simulasi digelar untuk memberikan pelatihan pada para siswa agar saat ujian dapat memperoleh nilai yang maksimal.

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan jajarannya terus mempersiapkan pelaksanaan UNBK. Selain melengkapi sarana prasarana untuk ujian, kesiapan siswa menjelang ujian juga ditingkatkan.

Menurut Bahron untuk persiapan para siswa selain memberikan tambahan jam belajar juga digelar simulasi ujian. Total ada enam simulasi yang akan dilaksanakan sebelum ujian berlangsung. “Kami sudah menggelar tiga kali simulasi. Dua simulasi diselenggarakan pekan depan, dan satu simulasi dilaksanakan menjelang ujian,” kata Bahron kepada wartawan, Rabu (20/2/2019).

Dia menjelaskan simulasi menjelang ujian memiliki banyak manfaat. Selain untuk memperkenalkan perangkat yang digunakan dalam ujian, simulasi juga bermanfaat memberikan pengetahuan siswa melalui latihan soal mata pelajaran yang diujikan. “Harapannya dengan simulasi para siswa bisa lebih siap sehingga pada saat ujian berlangsung dapat mengerjakan soal dengan baik dan hasilnya maksimal,” katanya.

Disinggung mengenai peralatan komputer untuk ujian, Bahron mengaku terus menyiapkan. Salah satunya dengan pengadaan 700 unit komputer untuk didistribusikan ke sekolah agar pelaksanaan UNBK dapat berjalan lancar. “Masih proses. Nanti setelah pengadaan selesai, komputer langsung kami distribusikan ke sekolah,” kata Bahron.

Kepala SMP Negeri 1 Karangmojo, Suhartati, mengatakan untuk persiapan infrastruktur pelaksanaan UNBK tidak ada masalah. Menurut dia sejak digulirkan pertama model ujian berbasis komputer, sekolahnya sudah menerapkan. “Untuk sarana sudah tidak ada masalah karena perangkat komputer dan server yang dimiliki sudah memadai,” katanya.

Suhartati menjelaskan saat ini jajarannya fokus membekali para siswa siswa untuk pelaksanaan ujian. Selain menambah jam belajar melalui les, juga dilakukan sistem belajar tutor sebaya. Diharapkan dengan berbagai persiapan ini maka hasil ujian dapat maksimal. “Untuk materi yang diberikan tidak jauh dari soal-soal dan mata pelajaran dalam UNBK. Kami berharap para siswa mendapatkan tambahan pengetahuan sehingga saat ujian berlangsung dapat mengerjakan dan memperoleh nilai yang baik,” katanya.

Untuk diketahui, UNBK SMP dan sederajat di Gunungkidul diikuti 9.752 siswa yang berasal dari 142 SMP. Meski demikian, tidak semua sekolah dapat melaksanakan ujian secara mandiri karena masih ada 27 sekolah yang harus menumpang ujian di sekolah lain.