Counseling Corner, Tempat Curhat PNS Sleman

Wirdatul Anisa, psiokolog di Counseling Corner berdiri di depan ruangan Counseling Corner di BKPP Sleman. - Harian Jogja/Yogi Anugrah
12 Maret 2019 12:25 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Kepegawaian, Pelatihan, dan Pendidikan (BKPP) Kabupaten Sleman menyediakan program Counseling Corner bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak 2011 lalu. Program bertujuan membantu ASN mengatasi permasalahan yang dihadapi. Berikut laporan wartawan Harian Jogja Yogi Anugrah

Di sebuah ruang yang berada di gedung bertingkat tiga, dua sofa panjang rapi berjejer. Di depan ruangan, terpampang tulisan putih dengan latar belakang hitam berbunyi Counseling Corner.

Ruangan itu sudah ada sejak 2011 lalu. Sesuai dengan namanya, ruangan itu memang khusus disediakan oleh BKPP Kabupaten Sleman bagi pegawainya yang hendak berkonsultasi.

Seorang perempuan muda berkacamata tengah berkemas memasukkan barang-barang ke dalam tas. Hari itu, perempuan yang bernama Wirdatul Anisa, seorang psiokolog di Counseling Corner baru saja melayani konsultasi empat orang ASN.

"Kalau saya bekerja di sini [Counseling Corner] belum lama, kira-kira satu bulan lebih," ujar Wirda, sapaan akrabnya, Selasa (5/3/2019).

Selama kurang lebih sebulan, Wirda telah melayani konseling ASN dengan berbagai ragam masalah, mulai dari masalah keluarga, pekerjaan, hingga pengembangan karier.

"Selama ini konseling kebanyakan tentang keluarga. Ada juga penyesuaian diri di tempat kerja yang baru, motivasi kerja, relasi dengan rekan bekerja dan atasan," ujar dia.

Bahkan, suatu waktu, Wirda juga pernah melayani konseling ASN yang hendak pensiun. Tidak jarang ada ASN yang belum siap menghadapi masa pensiun.

"Jadi lebih berkonsultasi mengenai persiapan-persiapan menjelang masa pensiun, karena kan orang mau pensiun itu bisa mengalami post power syndrome," ujar dia.

Counseling corner juga menerima layanan konsultasi pra-nikah. Abdi negara yang hendak menikah dapat berkonsultasi masalah pernikahan sehingga nantinya bisa meminimalisasi masalah di kemudian hari. "Kan ASN yang hendak menikah biasanya memberitahu ke atasan. Nanti dari atasan memberi surat tugas untuk konseling. Dijadwalkan, dan mereka akan konseling berdua dengan pasangannya di sini," kata Wirda.

Selama ini, antusias para ASN yang menggunakan layanan counseling cukup tinggi. Karena ASN sudah mengetahui adanya fasilitas itu. Tidak jarang, ada ASN yang datang kembali ketika merasa masih ada yang mengganjal dalam hati.

Selain melayani konsultasi dengan ASN, Counseling Corner juga melayani keluarga ASN. Pasalnya, orientasi utamanya tetap untuk mendukung kinerja ASN. "Misal masalah dengan suami atau istri, jadi dua-duanya bisa berkonsultasi di sini, atau masalah  orang tua dan anak," ujar dia.

Untuk mendapatkan layanan, ASN bisa bisa datang langsung ke BKPP Sleman, atau petugas Counseling Corner jemput bola jika di organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut terdapat tiga orang atau lebih yang akan berkonsultasi.

Dalam sehari, Counseling Corner di BKPP Sleman bisa melayani satu hingga empat orang ASN. Masing-masing diberikan waktu 60-90 menit. "Untuk waktunya, pada Selasa dan Kamis mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.30 WIB," ujar dia.

Pentingnya Berkonsultasi

Menurut Wirda, Counseling Corner merupakan salah satu upaya yang penting dalam membantu meningkatkan kinerja ASN. Kesehatan mental di tempat kerja akan berpengaruh kepada performa kerja. "Ini seperti tempat para ASN untuk curhat, selama konsultasi saya lebih memberi pendapat dari sudut pandang yang lain. Misal kalau tidak nyaman ke atasan bagaimana cara menyampaikannya," ujar dia.

Kabid Pembinaan dan Kesejahteraan Karyawan BKPP Sleman Sri Wahyuni mengatakan ASN juga manusia biasa, dalam hidupnya pasti akan mengalami permasalahan. 

Counseling Corner disediakan karena tidak sedikit dari ASN yang mempunyai masalah di luar lingkup pekerjaan, tetapi berpengaruh pada kinerjanya di kantor.

"Dengan program Counseling Corner, diharapkan permasalahan internal dan eksternal ASN dapat diselesaikan atau minimal mendapat solusi bagi permasalahannya, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat," ujar dia.

Pada awalnya, program Counseling Corner hanya ada seminggu sekali yakni setiap Jumat. Namun karena antusias yang cukup tinggi, program tersebut dibuat dua kali dalam seminggu, dengan dikelola oleh psikolog non-ASN. Harapannya, ASN yang berkonsultasi bisa lebih leluasa.

"Kalau psikolognya dari ASN mungkin ada keengganan untuk berkonsultasi. Kami juga jamin kerahasiaan bagi ASN yang berkonsultasi," ujar dia.

Saat ini, program Counseling Corner dikembangkan dalam bentuk e-counseling. Para ASN yang hendak konsultasi, tetapi belum mempunyai waktu yang tepat, bisa menggunakan layanan tersebut dengan hanya mengakses via email.