Hujan Disertai Angin, di Gunungkidul Puluhan Pohon Tumbang

Ilustrasi angin kencang. - JIBI
15 Maret 2019 13:02 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI –Akibat hujan deras diserta angin kencang yang terjadi di Gunungkidul sedikitnya 37 pohon tumbang pada Rabu lalu (13//20192). Adapun tiga kecamatan yang diterjang angin kencang adalah Kecamatan Ngawen, Kecamatan Semin, dan Kecamatan Playen.

Berdasarkan data Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul kejadian pohon tumbang paling banyak terjadi di Desa Beji, Kecamatan Ngawen dengan 35 pohon tumbang. Sedangkan sisanya terjadi di Padukuhan Garotan, Desa Bendung, Kecamatan Semin dan di Dusun Tanjung, Desa Getas, Kecamatan Playen.

 Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Menurutnya, sebagian pohon yang tumbang di Kecamatan Ngawen sempat menutup beberapa akses jalan.  "Ada tiga pohon yang tumbang di jalan kabupaten, sembilan pohon jatuh melintang sehingga menutup akses jalan desa, serta satu pohon menutup akses jalan dusun," kata Edy, Kamis (14/3/2019).

 Lebih lanjut dia menjelaskan, sebuah pohon jati berdiamater satu meter dengan tinggi sekitar 15 meter jatuh menimpa rumah Tri Lesmana warga Garotan RT 03/RW 07, Desa Bendung Kecamatan Semin. Selain itu, sebuah pohon Mahoni jatuh menimpa kandang sapi milik Tukiman warga Dusun Tanjung RT 22/RW 07, Desa Getas, Kecamatan Playen.  "Sebelas asbes di kandang sapi rusak karena tertimpa pohon," ucapnya.

 Tindakan yang dilakukan oleh jajarannya yakni mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama FPRB di tingkat desa dengan cara memotong pohon yang roboh. Namun demikian, untuk Desa Beji sendiri masih dilakukan pembersihan sebab jumlah pohon yang tumbang cukup banyak.  "Ada empat orang TRC yang bertugas di sana hari ini," imbuhnya.

 Semua kecamatan di Gunungkidul rawan apabila terjadi hujan yang disertai angin kencang. Di sisi lain, BPBD Gunungkidul kini tengah mendata berapa jumlah kerugian akibat pohon tumbang.

 Edy menghimbau saat musim pancaroba seperti ini, masyarakat diminta aktif memantau pohon-pohon yang sudah rapuh untuk ditebang. Juga memangkas dahan-dahan pohon yang sudah tumbuh lebat, lantaran jika diterpa angin yang cukup kencang dahan tersebut tidak mampu menahan terpaan angin. Kecamatan pun diminta selalu memberikan informasi terkait dengan siapa pemilik pohon.

"Yang menjadi kendala kalau pohon tersebut sudah membahayakan tapi tidak tahu siapa pemiliknya," ujarnya.