PERESMIAN PJT SARDJITO: Kesadaran Keluarga pada Kesehatan Rendah

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F.Moeloek saat meresmikan pelayanan Pusat Jantung Terpadu (PJT) di RSUP Dr. Sardjito Jumat (15/3/2019). - IST
16 Maret 2019 10:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kesadaran kesehatan keluarga di Indonesia dinilai masih rendah. Hal ini perlu membutuhkan perhatian dan kesadaran bersama untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya kesehatan.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F.Moeloek mengungkapkan dari data pendekatan 30 juta keluarga, baru 16,8% yang sadar dan paham mengenai pentingnya kesehatan.

“Pendataan pendekatan 30 juta keluarga dengan 12 indikator. Ini fakta bukan mengira-ira. Baru 16,8 persen keluarga yang mengerti tentang kesehatan,” kata dia seusai meresmikan pelayanan Pusat Jantung Terpadu (PJT) di RSUP Dr. Sardjito, Jumat (15/3/2019).

Melihat kondisi tersebut Kemenkes terus aktif menyelenggarakan program Indonesia sehat dengan fokus sasaran keluarga. “Kami juga mengajak masyarakat untuk menggalakkan Gerakan Masyarakat Sehat [Germas]. Selain itu juga mengajak pusat pelayanan kesehatan menggalakan promotif dan preventif, selain kuratif,” kata Menkes.

Pada persemian PJT di RSUP Dr. Sardjito, Menkes juga menyampaikan kasus penyakit jantung masih banyak terjadi. Data badan kesehatan dunia (WHO) menyebutkan setidaknya 17,9 juta jiwa atau setara dengan 31% kematian global meninggal akibat penyakit kardiovaskular pada 2016. Dari kebanyakan kasus, hampir 51 penyakit kardiovaskular adalah serangan jantung.

Oleh karena itu, Menkes mengapresiasi upaya RSUP Dr. Sardjito dengan pembangunan PJT. Menurut Menkes, penanganan penyakit jantung memang bukan hal yang mudah. “Saya menyambut baik riset tentang penyakit jantung di RS Sardjito. Karena penyakit jantung di Indoensia berbeda dengan di barat. Hasil penelitian ini akan digunakan sebagai landasan intervensi pada kebijakan dan pemberian pelayanan terbaik,” ujarnya.

Direktur Utama RSUP Dr Sardjito Darwinto mengungkapkan pembangunan gedung PJT ini tidak hanya untuk menunjang layanan jantung-pembuluh darah. “Namun juga digunakan untuk ruang rawat inap VIP, PICU, dan kamar operasi fast track,” ujarnya.

Dalam perkembangannya tiga pilar utama yang akan dikembangkan demi tercapainya pelayanan jantung terpadu paripurna meliputi pelayanan, pendidikan dan penelitian. Tim jantung pembuluh darah RSUP Dr.Sardjito juga telah menyusun rencana strategis untuk pengembangan layanan, pendidikan, serta penelitian di bidang kardiovaskular yang meliputi kelompok kerja koroner, penyakit jantung struktural dan kongenital, intensif, rawat inap, ekokardiografi, pencitraan, aritmia, vascular, rehabilitasi jantung, anestasi dan bedah jantung.