Belum Diresmikan, Atap Pasar Turi Rusak Terkena Angin

Salah satu pekerja sedang memperbaiki atap pasar Turi yang rusak akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah Sleman. - Harian Jogja/Yogi Anugrah
16 Maret 2019 11:27 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pasar Turi yang terletak di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman baru direvitalisasi 2018 lalu, namun hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah Sleman belakangan ini merusak sebagian atap pasar yang rencananya akan diresmikan 21 Maret nanti ini.

"Kena angin kencang dua kali, yang pertama pada 22 Februari lalu, waktu kejadian gedung serbaguna Donokerto rusak. Yang pertama ada 36 asbes yang diganti," kata Yono, salah satu pekerja yang sedang memperbaiki Pasar Turi, Jumat (15/3/2019).

Tidak hanya itu, ia mengatakan, hujan deras dan angin kencang yang terjadi pada Rabu (13/3/2019) kembali merusak atap pasar Turi. "Angin kencang dua hari lalu juga merusak atapnya, ada 16 asbes yang diganti," ujar dia.

Salah seorang pedagang buah di pasar Turi, Siti, mengatakan, pada saat kejadian hujan deras dan angin kencang pada Rabu (13/3/2019), kondisi pasar sedang dalam keadaan sepi, sebab para pedagang sudah pulang.

"Ini kan pasarnya buka pada Pahing dan Kliwon, pada Rabu kemarin itu, sore hanya tinggal dua pedagang. Jadi kondisinya panik, asbes pasar Turi copot dan beterbangan ke arah barat, belakang pasar," ujar dia.

Kepala Bidang (Kabid) Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Haris Martapa membenarkan, rusak dan jebolnya  sebagian atap pada pasar Turi dikarenakan hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah Sleman belakangan ini.

"Itu kan rusaknya karena angin dua hari lalu, dan yang waktu Februari lalu," ujar dia.

Pihaknya, kata dia, sudah melakukan tindakan untuk memperbaiki keadaan yang rusak tersebut. Apalagi, rencananya, pasar tersebut akan diresmikan oleh Bupati Sleman 21 Maret nanti.

"Perhari ini sudah diperbaiki, peresmian 21 Maret nanti untuk menandai usainya proses revitalisasi sejak 2018 lalu," ujar dia.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, hujan dan angin kencang yang melanda wilayah Sleman pada Rabu berdampak di enam kecamatan, yakni Kecamatan Depok, Kalasan, Ngemplak, Ngagglik, Turi, dan Pakem.