Genjot Wisata Perdesaan lewat Bedah Buku

Perwakilan dari Komisi D DPRD DIY Suwardi saat berbicara dalam acara bedah buku di Desa Girirejo, Kecamatan Imogiri, Bantul, Senin (18/3/2019). - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
18 Maret 2019 21:22 WIB Kiki Luqmanul Hakim Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) yang bekerja sama dengan Komisi D DPRD DIY mengajak warga Desa Girirejo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul untuk kembangkan potensi pariwisata melalui acara bedah buku yang berjudul Perencanaan Pariwisata Perdesaan Berbasis Masyarakat.

Dalam acara yang digelar di Balai Desa Girirejo, Senin (18/3/2019) tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Pengembangan Minat dan Budaya Baca DPAD DIY, Aris Widiyanto, lalu perwakilan dari Komisi D DPRD DIY, Suwardi, Kepala Desa Girirejo, Dwi Yuli Purwanti, Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, dan juga penulis buku Suryo Sakti Hadiwijoyo.

“Tujuan dari bedah buku yang sudah kami lakukan ini adalah untuk memberi wawasan bagi masyarakat betapa pentingnya membaca buku serta kami dari DPAD dan Komisi D DPRD saat ingin potensi wisata di Girirejo bisa berkembang agar dapat mendatangkan pemasukan bagi masyarakat,” kata Aris.

Selain itu Aris juga menyatakan bahwa untuk menumbuhkan minat baca tidak harus dimulai dengan membaca buku yang isinya berat, hal tersebut bisa dimulai dari membaca majalah, komik, novel, maupun buku-buku lainnya yang isinya diminati oleh pembaca.

Anggota DPRD DIY, Suwardi mengatakan alasan dipilihnya Desa Girirejo sebagai lokasi bedah buku adalah lantaran Girirejo dikelilingi oleh banyak desa wisata. Selain itu, dia juga sangat ingin melihat Desa Girirejo tidak kalah dengan desa lain yang ada di sekitarnya.

“Desa ini lokasinya cukup ada dipinggiran di daerah Imogiri. Ini adalah bentuk kepedulian kam terhadap desa-desa yang ada dipinggiran, karena desa ini juga berhak untuk mendapatkan perhatian serta ilmu dari kami. Desa ini juga berhak bangkit serta maju untuk menyaingi desa-desa lainnya, khususnya dalam bidang pariwisata religi seperti makam salah satu pangeran dari kerajaan Mataram dan juga kerajinan keris yang dihasilkan oleh masyarakat sekitar,” kata Suwardi.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan bahwa untuk menjadi desa wisata proses cukup panjang dan ada syarat-syarat tertentu. “Syaratnya cukup banyak ya untuk jadi desa wisata, tapi syarat yang paling penting adalah niat dari masyarakat desa tersebut, jadi niat serta tujuannya memang harus ada dulu, lalun kalau sudah nanti kami dari pemerintahan akan membantu prosesnya sehingga desa ini bisa menjadi desa wisata,” katanya.

Acara yang diikuti oleh sekitar 50 orang ini mendapatkan respon yang baik dari Pemdes Girirejo, Kepada Desa Dwi Yuli Purwanti mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kedada semua yang terlibat dalam acara beda buku ini. “Saya ucapkan terimkasih kepada DPAD serta DPRD DIY yang mau meluangkan waktu untuk memberikan ilmu serta arahan agar desa kami lebih maju dan semoga bisa menjadi desa wisata,” katanya.