Dusun Nglegi Gelar Jatilan dan Hadrah

Pentas jatilan yang digelar di Dusun Nglegi, Desa Nglegi, Kecamatan Patuk, Sabtu (16/3/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
19 Maret 2019 19:57 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dusun Nglegi, Desa Nglegi, Kecamatan Patuk, menggelar atraksi budaya jatilan dan hadrah, Sabtu (16/3/2019). Pentas seni budaya tersebut terselenggara berkat kerja sama warga Dusun Nglegi, Sanggar Budaya Srikandi dan Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY.

Ketua Dewan Sanggar Srikandi, Agus Riyadi, mengatakan di setiap desa yang ditunjuk untuk menggelar atraksi budaya rata-rata menggelar pentas jatilan. Menurutnya, ada kesenian lain selain hadrah dan jatilan yang bisa dipentaskan yakni terbangan atau selawatan. "Beberapa waktu lalu di kecamatan lain ada masyarakat yang menampilkan terbangan, tarian, dan jatilan," kata Agus kepada Harian Jogja, Sabtu.

Menurut Agus, kedua pementasan itu memiliki jenis aliran yang berbeda, tetapi tujuannya sama yakni untuk melestarikan budaya yang ada di Gunungkidul. Selain itu, pementasan juga bagian dari perwujudan Trisakti yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno, yakni berdiri di kaki sendiri khususnya yang berkaitan dengan kebudayaan. “Saya ingin masyarakat tidak melupakan nilai-nilai kebudayaan yang pernah diajarkan oleh Bung Karno,” katanya.

Kepala Seksi Pengelolaan Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) Dinpar DIY, Titik Fatmadewi, mengatakan jajarannya berkewajiban untuk mendukung semua jenis pengembangan potensi wisata di wilayah DIY. Menurut dia, pengembangan wisata di Bumi Handayani tidak hanya objek wisata seperti pantai dan gunung. “Jadi selain pantai ada atraksi budaya yang perlu diketahui oleh masyarakat maupun wisatawan,” ucapnya, Sabtu.