5 Nyawa Melayang dalam Banjir dan Longsor di Bantul

Warga membersihkan permukiman dari sisa-sisa longsor dan banjir yang dipicu Siklon Tropis Savannah di Imogiri, Bantul, Senin (18/3/2019). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
20 Maret 2019 20:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Hujan lebat yang memicu banjir dan tanah longsor pada Minggu (17/3/2019) mengakibatkan lima orang meninggal dunia di Bantul.

Dua korban jiwa yang ditemukan pada Rabu (20/3/2019) sore adalah Rufi Kusuma Putri, 9, dan Eko Suprapti, 45, warga Pajimatan, Kedungbuweng, Wukirsari, Imogiri, Bantul.

“Sebelumnya ada tiga korban, ditambah dua korban yang ditemukan tadi [kemarin], totalnya jadi lima orang [meninggal dunia,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto, Rabu.

Tiga korban meninggal dunia sebelumnya adalah Trisno Sujiatmojo, 91, warga Kedungbuweng, Wukirsari, Imogiri. Ia meninggal setelah tertimbun longsor dalam rumah atau di lokasi longsor yang menimbun Rufi dan Eko Supratmi.

Dua korban lainnya adalah Painem, 70, warga Dusun Numpukan, Desa Karangtengah, Imogiri, dan Sukiyat, 56, warga Dusun Nogosari II, Desa Selopamioro, Imogiri.

Painem meninggal karena diduga hipotermia atau kedinginan pada Minggu (17/3/2019) malam saat terjadi banjir. Sementara Sukiyat meninggal pada Senin (18/3) karena hanyut akibat banjir.

Dia mengatakan operasi pencarian telah dihentikan, tetapi proses evakuasi material longsor masih akan dilanjutkan karena masih ada masa tanggap darurat sampai beberapa hari ke depan.

BPBD tidak mungkin meninggalan material longsor begitu saja karena mengganggu akses jalan warga.

“Jadi alat berat kami pertahankan untuk membantu bersih-bersih. Kemungkinan seminggu bisa selesai,” kata Dwi.

Bupati Bantul Suharsono yang memantau proses evakuasi di Kedungbuweng, Wukirsari, Imogiri mengaku bersyukur semua korban longsor sudah ditemukan. Kendati demiian, ia melihat sekitar lokasi longsor masih rawan longsor dan berdampak ke beberapa rumah.

Dia meminta warga sekitar untuk tidak tinggal di rumah sementara, “Sudah kami sarankan untuk mengungsi karena tanah masih rentan,” kata Suharsono. Ia juga sudah meminta dinas terkait mendata kembali rumah-rumah warga yang beresiko tinggi terhadap longsor.