Geliat Para Pelipat Surat Suara

Petugas fokus menyortir dan melipat surat suara di Gudang KPU Kulonprogo, Minggu (17/3/2019). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
23 Maret 2019 17:17 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Surat suara sudah secara bertahap dikirim ke Gudang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo. Para petugas sortir dan lipat surat suara mulai dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) juga Panita Pemilihan Kecamatan (PPK) menyambutnya dengan suka cita, melipat setiap surat untuk kelancaran pemilu April nanti. Berikut laporan wartawan Harian Jogja Fahmi Ahmad Burhan.

Di sebelah timur Stasiun Wates, Kulonprogo berdiri sebuah bangunan tua. Gedung yang berada tepat di pertigaan tersebut sempat mengalami masa kejayaan.

Pada 1990 sampai 2000, setiap harinya, terutama pada Sabtu dan Minggu serta hari libur ratusan orang mendatangi lokasi tersebut untuk mencari hiburan.

Sejumlah film-film nasional maupun internasional rutin diputar di Bioskop Mandala Theater, nama tempat itu. Namun seiring berjalannya waktu, dengan kian sedikitnya jumlah penonton bioskop itu gulung tikar.

Kini tempat itu ramai lagi. Kedatangan ratusan warga Kulonprogo ke gedang bekas Bioskop Mandala Theater, itu bukan untuk mencari hiburan tetapi menambah pendapatan. Mereka setiap harinya melipat satu demi satu surat suara yang akan digunakan untuk pemilihan umum April mendatang.

Gedang bekas Bioskop Mandala Theater itu saat ini memang dijadikan gudang penyimpanan logistik pemilu oleh KPU Kulonprogo. Luas gudang sekitar 450 meter persegi. Cukup luas untuk menampung beragam logistik mulai dari kotak suara, bilik suara, juga surat suara.

Pagi itu, Minggu (17/3/2019), petugas keamanan berjaga di pintu sebuah ruangan yang berisi surat suara. Berbeda dengan logistik lainnya, surat suara dijaga lebih ketat oleh petugas.

Ratusan boks dikeluarkan dari ruangan itu untuk kemudian dikumpulkan di pelataran gudang. Waktu menunjukan pukul 09.00 WIB, rombongan petugas lipat pun beraksi.

"Sulitnya itu, karena ini kan surat suaranya besar, jadinya harus beberapa kali dibentangkan," kata Winarni sebagai petugas lipat dari PPK Sentolo pada Minggu.

Ia dan kawan-kawan petugas lainnya dari Sentolo berjumlah 40 orang. Dalam sehari, mereka ditarget melipat surat suara sebanyak 37.000 surat suara. Itu baru yang surat suara jenis DPR saja, karena jenis lainnya, belum datang ke gudang.

"Ini harus hati-hati melipatnya. Sebelumnya saya harus teliti juga. Disortir, mana yang rusak, mana yang dalam kondisi baik," ujarnya.

Agar tidak ada surat suara yang rusak saat pelipatan, petugas dilarang memfoto surat suara, petugas juga dilarang membawa ponsel saat melipat, dilarang merokok, dan harus membawa identitas diri.

Untuk mengatasi kebosanan, kadang petugas melipat sambil sesekali berguyon. "Dibawa santai saja, karena surat suaranya banyak juga," ujar Winarni.

Sesekali bergiliran para pelipat beristirahat. Bahkan, di tengah kerumunan, seorang petugas dengan santainya terbaring memejamkan matanya, beristirahat di sela-sela aktivitasnya melipat hari itu.

Ketua PPK Sentolo, Tusilah memperkirakan dalam satu hari target menyelesaikan tugas sortir lipat akan rampung pukul 22.00 WIB. Pada hari itu, ada empat kecamatan yang mendapat jatah menyortir dan melipat surat suara, yaitu Kecamatan Sentolo, Pengasih, Girimulyo, dan Samigaluh.

Keesokan harinya ada giliran dari kecamatan lainnya untuk menyortir dan melipat. Tusilah mengaku tidak melibatkan petugas pelipat dari masyarakat biasa atau pelajar. Ia hanya mengandalkan penyelenggara pemilu yang ada dari PPS dan PPK.

"Kami hanya mengandalkan PPS dan PPK, total di sekretariat ada 48 orang. Tapi yang ikut melipat hanya 40 orang. Kami belum melibatkan pelajar atau masyarakat umum karena masih menyesuaikan dengan kebutuhan tenaga dulu, kalau memang sudah diperlukan, tidak bisa diselesaikan, baru kami akan tambah," ujar Tusilah.

Ketua KPU Kulonprogo Ibah Muthiah mengatakan KPU akan memberikan upah pada setiap petugas lipat. Total upah itu akan diberikan melalui PPK. "Setiap satu surat suara dihargai Rp60 sampai Rp120. Nanti kami akan berikan ke PPK. Setelahnya biar PPK yang membagikan," ujarnya.

Total, di Gudang KPU Kulonprogo, sudah ada 341.591 surat suara dengan jenis DPR saja. Ibah mengatakan setelah dilakukan sortir dan pelipatan ditemukan surat suara rusak, KPU akan langsung meminta tambahan surat suara baru ke KPU RI.

Sempat Geger

Surat suara pertama kali tiba di Gudang KPU Kulonprogo pada Jumat (8/3/2019). Surat suara dibawa dari percetakan di Solo, dikirim menggunakan mobil jasa ekspedisi.

Berawal dari cuitan politikus Andi Arief, kabar miring membuat geger. Dalam cuitannya, Andi Arif menunjukkan foto, mobil yang digunakan untuk mengangkut ada tulisan asing.

Ramainya kabar miring itu membuat Ibah tak henti-hentinya dihubungi sejumlah pihak untuk dimintai klarifikasi. Ibah lantas membantahnya.

"Terkait dengan truk, Polres Kulonprogo melakukan pengamanan sejak distribusi. Kami menerima dan ditunjukkan masih tersegel. Ada serah terima. Terkait dengan di foto truknya memang ada bahasa asing. Seolah-olah itu dari Tiongkok, padahal itu tulisan bahasa Jepang. KPU kerja sama dengan penyedia. Dikirim dari penyedia menggunakan jasa ekspedisi," jelas Ibah.