Sharp Borong Tiga Penghargaan JBBA dan SBBI 2026
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Warga Ngentak dan Dermojurang, Seloharjo Pundong, Bantul bergotong-royong membersihkan sungai setelah banjir surut, Minggu (17/3/2019). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL-- Sepekan pascabencana banjir dan longsor di Bantul masih menyisakan masalah. Sejumlah sumur warga diketahui belum bisa digunakan karena masih tercemar.
Kepala Desa Wukirsari, Susilo Hapsoro mengatakan sehari setelah banjir terjadi warga dibantu petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan bencana sudah melakukan pengurasan sumur warga. Namun banyaknya sumur yang tercemar luapan air sungai sehingga belum semua sumur selesai dikuras.
"Sampai hari ini beberapa sumur warga yang belum dikuras di Pedukuhan Pundung dan Pedukuhan Nogosari II," kata Susilo, saat dihubungi Senin (25/3/2019).
Selama proses pengurasan sumur berlangsung, warga mendapat pasokan air bersih dari BPBD dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bantul. Selain pengurasan sumur, pihaknya juga sudah meminta perbaikan pipa air bersih yang putus di Dusun Cengkehan. Karena pipa tersebut menjadi salah satu aliran air bersih menuju dusun tersebut.
Menurut Susilo ada sekitar 40 kepala keluarga di Dusun Cengkehan. Dusun tersebut tidak ada sumur karena daerahnya perbukitan. Pasokan air bersih selama ini hanya mengandalkan PDAM sehingga jika jaringan PDAM putus pasokan air tersendat. "Sementara ini mengandalkan kiriman air bersih dari BPBD dan PDAM melalui tanki," ujar dia.
Sementara itu, Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk mengatakan setelah banjir 17 Maret lalu ada ratusan sumur yang tercemar akibat luapan sungai sehingga sumur menjadi keruh dan bercamur lumpur. Pihaknya sudah berupaya melakukan penyedotan sumur warga.
"Setelah disedot dilanjutkan sterilisasi dengan menebar kaporit yang didukung Dinas Kesehatan melalui Puskesmas," kata Aka.
Proses pembersihan sumur juga melibatkan BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI), Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) dan relawan. Bahkan BPBD Sleman dan PMI Sleman juga ikut membantu.
"Sambil menunggu sumur-sumur bersih, kami melakukan distribusi air bersih sehari-hari, termasuk air minum," ujar Aka.
Ia belum menghitung berapa tanki air bersih yang sudah didistribusikan karena pendistribusian air bersih masih dilakukan sampai Senin (25/3/2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
MSI mendorong pengembangan singkong di DIY untuk mendukung target bioetanol E20 pada 2028 dengan jaminan pasar dan harga bagi petani.
Menko Pangan Zulhas memastikan bantuan pangan beras berlanjut hingga Desember 2026 dengan tambahan alokasi 1 juta ton untuk tiga bulan.
Sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi mulai tiba di Jateng untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11-20 September 2026.
KemenHAM meminta penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya diusut tuntas dan pelakunya dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Pertamina menyiapkan investasi Rp19,8 triliun untuk Green Bio-Refinery Cilacap yang ditargetkan masuk EPC 2027 dan beroperasi 2029.