BPBD Siapkan Armada Antisipasi Erupsi Merapi

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dan lava pijar pada Senin (18/2/2019) pagi. Kondisi tersebut terpantau dari daerah Bimomartani, Ngemplak, Sleman. - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
28 Maret 2019 06:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dalam rangka mengantisipasi jatuhnya korban jiwa terhadap ancaman erupsi Gunung Merapi yang sewaktu-waktu bisa terjadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman telah menyiapkan armada untuk proses evakuasi warga.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan, mengatakan jika BPBD Sleman telah memiliki armada yang cukup untuk upaya evakuasi warga di lereng Merapi.

"BPBD armada evakuasi sejumlah dua truk pengungsi, roda empat berjumlah enam armada, ditambah kendaraan yang bisa difungsikan untuk evakuasi, seperti truk pengangkut pasukan seperti Pol PP, Tni, Polri, SKPD terkait," kata Makwan kepada Harian Jogja, Rabu (27/3/2019).

Makwan mengatakan jika armada evakuasi juga disiapkan dari warga di lereng Merapi. "Konsepnya evakuasi mandiri, armada BPBD/milik pemkab/pemprov sifatnya supporting pada titik-titik yang perlu dukungan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Glagaharjo, Suroto, mengatakan jika Desa Glagaharjo sendiri sudah menyiapkan armada untuk proses evakuasi warga ketika sewaktu-waktu Merapi erupsi. "Sudah kita siapkan kurang lebih ada sepuluh truk. Dan ditambah mobil-mobil pribadi milik warga," ungkapnya.

Berdasarkan data yang diberikan oleh BPBD Sleman desa Glagaharjo sendiri memiliki 86 truk untuk evakuasi warga ketika Merapi sewaktu-waktu mengalami erupsi. Terkait dengan hal tersebut, Suroto mengatakan jika jumlah itu merupakan data aset satu desa Glagaharjo.

"Kalau armada yang sudah diperuntukkan untuk persiapan kalau Merapi erupsi ya sepuluh armada itu. Tapi yang lainnya juga berjaga jaga barangkali kurang ya siap membantu," katanya.

Adapun, Kepala Desa Kepuharjo, Heri Suprapto, mengatakan jika Desa Kepuharjo sendiri juga sudah menyiapkan armada untuk evakuasi antisipasi erupsi Merapi. "Sudah kami siapkan, setiap dusun juga sudah menyiapkan, jumlahnya ada 82," kata Heri Suprapto.

Sebagai informasi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan Gunung Merapi yang terletak di Jawa Tengah dan DIY tersebut meluncurkan awan panas guguran pada Rabu (27/3/2019) pagi dengan jarak luncur 1.500 meter.

Melalui akun twitter BPPTKG yang dipantau di Jogja, menyebutkan luncuran awan panas guguran itu terjadi pada Rabu pukul 04.23 WIB dengan durasi 150 detik dan mengarah ke Kali Gendol.

Terkait dengan aktivitas guguran awan panas tersebut, Kepala Desa Glagaharjo, Heri Suprapto mengatakan jika warga masih beraktivitas seperti biasa. "Warga beraktivitas seperti biasanya, namun kami mengimbau warga agar terus meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.

Senada dengan Heri Suprapto, Kepala Desa Glagaharjo, Suroto, juga mengatakan jika warga masih beraktivitas seperti biasanya. "Tidak apa apa, warga masih beraktivitas seperti biasanya," tutupnya.