Dapat 76 Suara, Dwi Ardana Jadi Ketua Bodronoyo

Ilustrasi - JIBI/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
03 April 2019 21:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa Seluruh Kulonprogo (Bodronoyo) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk menentukan ketua dan pengurus baru masa kerja 2019-2022 di Aula Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kulonprogo, Selasa (2/4/2019).

Hasilnya, nama Kepala Desa Bojong, Kecamatan Panjatan, Dwi Ardana, keluar sebagai ketua. Dwi terpilih seusai memperoleh 30 suara dari total 76 peserta musda. Jumlah itu mengalahkan perolehan suara dari empat pesaingnya, termasuk sang petahana, yakni Kepala Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Agus Susetyo, yang hanya mendapatkan 16 suara.

Sementara kandidat dengan suara terbanyak kedua diperoleh Kepala Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Anton Supriyanto sebanyak 25 suara. Langkah awal yang akan dilakukan Dwi sebagai ketua baru Bodronoyo yakni menguatkan sisi internal paguyuban tersebut.

Selain itu juga mendorong pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) No.11/2019 tentang Penghasilan Tetap Kades dan Perangkat Desa. “Saya akan konsisten mendorong pemerintah untuk melakukan percepatan itu,” ujarnya, Selasa.

Sigit Susetyo yang resmi lengser sebagai Ketua Bodronoyo setelah kalah dalam pemilihan berharap kepengurusan baru ini bisa melanjutkan program paguyuban tersebut. Salah satunya yakni penguatan komunikasi, koordinasi dan menghindari konfrontasi langsung dengan pemangku kebijakan.

Pengurus Bodronoyo harus mampu membangun sinergitas vertikal maupun horisontal, serta tidak lupa turut mengkritisi dan memberi solusi kepada pemangku kebijakan yaitu Pemerintah Kabupaten Kulonprogo.