Bedah Buku, Warga Janten Diajak Jadi Pengusaha

Anggota Komisi D DPRD DIY Soleh Wibowo mengisi acara bedah buku di Balai Desa Janten, Kecamatan Temon, Rabu (10/4/2019).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
11 April 2019 06:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY menggelar acara bedah buku di Balai Desa Janten, Kecamatan Temon, Rabu (10/4/2019). Buku yang dibedah berjudul 101 Bisnis Laris Manis Modal di Bawah 10 Juta karya Yudha Satria.

Staf Seksi Pengembangan Minat dan Budaya Baca DPAD DIY Mintardi mengungkapkan kegiatan ini merupakan program kerja sama dengan Komisi D DPRD DIY. Tujuan utamanya untuk menumbuhkan budaya minat baca di masyarakat.

Tahun ini, kegiatan bedah buku dilangsungkan di 66 lokasi di DIY. “Untuk bedah buku di Janten merupakan lokasi ke 44. Di hari yang sama [Rabu] kegiatan serupa juga digelar di dua titik di Kecamatan Moyudan, Sleman,” ungkapnya, Rabu.

Kegiatan ini tak hanya sekadar untuk menumbuhkan minat baca. Terdapat tujuan lain sesuai tema buku yang dibedah. Adapun buku yang dibedah di Balai Desa Janten berjudul 101 Bisnis Laris Manis Modal di Bawah 10 Juta.

Lewat buku ini DPAD DIY ingin mengajak warga masyarakat setempat untuk menjadi pengusaha. “Semoga dengan bedah buku ini masyarakat Janten bisa terpacu untuk menjadi pengusaha. Ini juga mengingat lokasi desa dekat dengan bandara [Yogyakarta International Airport],” katanya.

Buku terbitan Diva Press ini berisi tentang tata cara menjadi wirausahawan. Para peserta diberi penjelasan mengenai tahapan-tahapan sebelum membuka usaha. Mulai dari mempersiapkan bisnis apa yang ingin digeluti hingga membuat rancangan modal dan estimasi laba.

Pemimpin Redaksi Diva Press, Munnah Hani'ah, yang hadir mewakili penulis buku 101 Bisnis Laris Manis Modal di Bawah 10 Juta, memaparkan terdapat lima kunci sukses yang harus ditempuh seseorang sebelum memulai usaha.

Pertama pemilihan bisnis harus sesuai minat. Kedua usaha musti dijadikan hobi. Selanjutnya, ketiga, perlu modal namun modal ini tidak harus uang. “Bisa juga modal ilmu dan keahlian, ilmu itu bisa didapat dengan membaca dan ikut seminar wirausaha. Keahlian bisa didapatkan dengan bekerja terlebih dulu dengan seseorang, nanti kalau sudah ahli bisa membuka usaha sendiri,” paparnya.

Kunci keempat penentuan target konsumen. Ini diperlukan agar usaha yang akan digeluti memiliki pangsa pasar yang jelas. Adapun untuk kiat yang terakhir yakni penentuan lokasi usaha. Menurut Munnah, sebagus apapun usaha, jika tidak di lokasi yang strategis, maka akan sulit berkembang.

Anggota Komisi D DPRD DIY Soleh Wibowo yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan usaha yang baik adalah usaha yang dijalankan. Dengan kata lain, mengedepankan aksi tak hanya bicara.

“Jangan hanya tanya-tanya saja, yang penting itu mau usaha apa tidak,” ujarnya. Soleh menilai buku ini sangat bermanfaat untuk warga Janten sebab dapat menjadi panduan untuk menjadi pengusaha. Ini penting agar warga bisa menangkap peluang dengan adanya bandara.