Waspadalah! Ada Teri Mengandung Boraks di Pasar Argosari, Wonosari

Petugas BBPOM DIY melakukan uji laboratorium terhadap ikan teri medan yang dijual di Pasar Argosari, Kecamatan Wonosari, Senin (15/4/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
15 April 2019 18:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY menemukan sejumlah makanan mengandung bahan kimia yang diperdagangkan. Temuan ini merupakan hasil operasi di Pasar Argosari, Kecamatan Wonosari, Senin (15/4/2019).

Kepala BBPOM DIY, Rustyawati, mengatakan dalam operasi pasar yang digelar jajarannya mendapatkan 17 sampel makanan yang dicurigai mengandung bahan kimia. "Dari 17 sampel yang kami ambil dan kami periksa ternyata ada tiga bahan makanan yang positif mengandung bahan kimia," ucap Rustyawati kepada wartawan, Senin.

Rustyawati menyatakan teri medan yang positif mengandung boraks ditemukan di hampir semua pasar. Kandungan boraks juga ditemukan pada bleng yang sering digunakan sebagai bahan makanan. Menurutnya, bahan pewarna tekstil ditemukan pada kerupuk yang berwarna merah. "Agar tidak beredar luas di masyakarat, maka bahan pangan yang mengandung bahan kimia tersebut segera kami musnahkan," kata dia.

BPPOM DIY, menurut Rustyawati, bakal menelusuri asal usul bahan makanan tersebut, terutama untuk mencari produsen maupun distributor. "Contohnya kerupuk merah biasanya berasal dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah," katanya.

Bupati Gunungkidul, Badingah, yang ikut dalam operasi pasar mengungkapkan jajarannya bakal membina pada pedagang agar tidak memperdagangkan bahan makanan yang mengandung formalin dan pewarna tekstil. Badingah juga berharap masyarakat lebih cermat ketika berbelanja bahan makanan. "Kenali tanda-tandanya seperti apa bahan makanan yang tidak tercampur bahan kimia," ujar Badingah.

Menurut Bupati, inspeksi yang digelar sekaligus untuk memantau harga kebutuhan pokok menjelang pemilu dan Ramadan 2019. "Kami bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah [TPID] DIY mengecek harga-harga di pasaran," kata Badingah.