Ngonthel ke TPS, Ini Imbauan Walikota Jogja untuk Masyarakat…

Walikota Jogja Haryadi Suyuti bersama istri datang ke TPS menggunakan sepeda, Rabu (17/4/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah.
17 April 2019 13:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Seluruh masyarakat Indonesia merayakan pesta demokrasi, Rabu (17/4/2019),  dengan berbondong-bondong datang ke Tempat Peungutan Suara (TPS), untuk menentukan siapa yang akan memimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Tak terkecuali Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. Pagi tadi ia ke TPS 21, RW 09, Jalan Kerto, Muja Muju, dengan menggunakan sepeda bersama istri dan anaknya. Ia sampai di TPS sekitar pukul 07.00 WIB pagi, sebelum pemungutan suara dimulai.

Bersama keluarganya, Haryadi menjadi orang pertama yang mencoblos di TPS 21. Ia berpesan, agar masyarakat bisa mengikuti dirinya untuk menggunakan hak pilihnya dengan datang ke TPS. “Ada 309.649 pemilih yang terdaftar di 1.373 TPS, sampai siang nanti saya harapkan bisa datang ke TPS semua,” kata Haryadi.

Ia mengimbau agar masyarakat dan panitia lebih sabar dalam mengikuti proses pemilu, karena banyaknya surat suara yang dicoblos. Ini berbeda dengan pemilu sebelumnya, dimana masyarakat hanya memilih presiden saja atau legislatif saja.

Ia memandang pemilu menjadi ajang penguatan hak poitik masyarakat. Seperti jargonnya, pemilih berdaulat negara kuat. “Negara bisa kuat kalau pemilihnya berdaulat,” katanya.

Untuk antisipasi terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polri dan TNI. Terutama di TPS dengan kategori rawan yang berpotensi terjadi gesekan, menjadi prioritas penjagaan aparat.

Ketua RW 09, Danang Agung Satria, mengatakan pihaknya bersama panitia telah menyiapkan TPS bahkan sejak setahun yang lalu. TPS 21 dan 20 yang bersebelahan, dihias sedemikian rupa, dengan dresscode, topi, balon dan warna dominan ungu.

Penghiasan TPS ini ia maksudkan dalam rangka merayakan pesta demokrasi, yang tak lain untuk rakyat sendiri. Pendanaan untuk menghias TPS ia ambilkan dari kas RW. Sedangkan warna ungu ia pilih untuk mengindari warna partai. “Tadinya mau putih, tapi ada imbauan putih identic ke peserta pemilu, jadi kami ganti ungu sebagai warna non partai,” katanya.

Di keduaa TPS ini, terdapat 338 pemilih, dengan rincian TPS 20 ada 175 dan TPS 21 163. Ia melihat, persiapan panitia sudah sangat matang, dan dari warga juga antusiasme untuk datang ke TPS juga cukup tinggi.