Generasi Muda Terus Didorong Berwirausaha

Peserta mengikuti kelas HBC DInas Koperasi, UKM dan Nakertrans, Rabu (24/4/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
24 April 2019 23:47 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinkop UKM Nakertrans) Jogja kembali membuka kesempatan kepada para pengusaha muda Jogja untuk mengembangkan kemampuannya. Melalui kegiatan bertajuk Home Business Camp (HBC) yang digelar di Hotel Ruba Graha, Mantrijeron, mulai Senin (22/4/2019) sampai Rabu (24/4/2019), Dinkop UKM Nakertrans berupaya memajukan dinamika UKM yang banyak ditekuni oleh generasi muda.

“Khusus untuk HBC, pesertanya dibatasi usia, yakni 18-28 tahun. Minimal telah memiliki usaha yang telah berjalan enam bulan,” ucap Kasi Pengembangan dan Pembinaan UKM, Laksmi Kuswandani, Rabu.

Dalam HBC, instansinya memberikan materi berupa dasar-dasar kewirausahaan, seperti jiwa kewirausahaan, manajemen keuangan, manajemen pembukuan, etika bisnis, dan pemasaran daring. Adapun pematerinya, kata dia, berasal dari kalangan praktisi dan beberapa peserta HBC angkatan sebelumnya. “HBC tahun ini sudah merupakan angkatan yang ke enam,” ucap dia.

Menurut Laksmi, adanya pelatihan semacam ini akan menambah mantap bagi pelaku usaha. Terlebih di HBC, mereka akan bertemu dengan teman-teman sesama pelaku bisnis yang bisa saling berbagi dan saling memotivasi perihal bisnis.

Setiap angkatan, HBC diikuti oleh 50 peserta dengan model bisnis yang berbeda-beda. Laksmi mengatakan dinasnya memang membebaskan peserta HBC berasal dari bisnis apapun. “Namun bisnis akan lebih mudah berkembang jika sesuai hobinya,” ucap Laksmi.

Salah satu peserta HBC, Rafi Fahrun Fahrurrozi, mengatakan kalau ia tertarik mengikuti HBC karena berniat mengembangkan bisnis yang telah ia jalankan selama setahun terakhir. Mahasiswa UII Semester delapan ini menjalankan bisnis produk berbahan kulit, seperti tas dan dompet.

Dalam mengelola bisnisnya, Rafi menggunakan pemasaran online dan dari mulut ke mulut. Sejauh ini, ia masih menggunakan Instagram sebagai media untuk berjualan. Namun ke depan, ia berencana ingin mengembangkan jualannya di marketplace seperti Shopee dan Bukalapak.

Bisnis yang ia lakoni pun terbilang masih rintisan. Pasalnya dia berproduksi hanya berdasarkan order. Dalam sebulan dia mengaku setidaknya bisa menerima 10 pesanan. “Produk saya jual mulai dari Rp30.000 untuk gantungan kunci, hingga sekitar Rp300.000 untuk tas,” ucap dia.