Warga Sekitar Temon Diimbau Ikut Pelatihan Kebandarudaraan

Ratusan peserta mengikuti pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di Balai Latihan Kerja (BLK) Kulonprogo, Kecamatan Wates, Senin (1/4/2019).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
25 April 2019 06:07 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dari 92 paket pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang disiapkan tahun ini, sebanyak 10 paket pelatihan kebandarudaraan akan digelar Juni setelah Lebaran. Pemerintah Kabupaten Kulonprogo sudah menggelar sosialisasi kepada masyarakat agar masuk paket pelatihan terlebih dahulu.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UP) BLK Kulonprogo Saryono mengatakan setelah Lebaran pelatihan itu akan dilangsungkan selama dua bulan. Teknisnya, satu bulan untuk teori dan praktik sedangkan sisa satu bulan untuk pelatihan kerja.

“Sejauh ini sudah banyak warga yang berminat mengikuti pelatihan kebandarudaraan,” ungkapnya, Rabu (24/4/2019). Sebanyak satu paket disediakan untuk 16 orang agar pelatihan bisa berjalan secara efektif. BLK menerapkan proses seleksi terhadap calon peserta.

Sebanyak 10 paket pelatihan tersebut antara lain satu paket untuk kelas pramugari, dua paket untuk Aviation Security (Avsec), tiga paket untuk staf kargo, dua paket pelayanan tiket dan pemesanan serta dua paket untuk ground staff.

Ada 92 paket pelatihan yang ada di BLK untuk tahun ini. Jumlah paket pelatihan di BLK tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Tahun lalu, hanya ada 90 paket pelatihan di BLK yang diberikan. Sebelum dibukanya 10 paket kebandarudaraan, sudah dibuka beberapa paket terlebih dahulu untuk penunjang kebandarudaraan. Ada 15 paket pelatihan yang sudah selesai dilakukan sejak dimulai pada Februari 2019.

Kepala Bidang Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulonprogo Susilo mengungkapkan sosialisasi diberikan dengan beragam spesifikasi dan kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan. Khusus untuk pelatihan kebandarudaraan, Disnakertrans akan menunggu terlebih dahulu kelulusan dari sekoalh menengah kejuruan agar bisa disinkronkan calon tenaga kerjanya.

Disnakertrans mengutamakan warga terdampak agar bisa masuk bekerja di Yogyakarta International Airport (YIA). Untuk perekrutan tenaga kerja di YIA, ada beberapa skala prioritas yang dipetakan oleh Disnakertrans Kulonprogo.

Skala 1 masuk wilayah terdampak langsung, ada skala 2 untuk wilayah terdampak dan skala 3 di luar wilayah terdampak bandara. Ia berhara setelah dilakukan pelatihan di BLK, peserta sudah siap bersaing dan bisa masuk bekerja di bandara.

Camat Temon Joko Prasetyo mengatakan sosialisasi kebutuhan tenaga kerja bandara sudah disampaikan pada warga. “Untuk perekrutannya dan informasi pelatihan di BLK, itu sudah disampaikan ke warga. Sudah ada juga yang langsung mendaftarnya ke Disnakertrans,” katanya.