Festival Kuliner UAD: Promosi Prodi Bisma Sekaligus Praktik

Sejumlah peserta kompetisi food carving sedang mengukir buah dan sayuran, di Kompleks UAD Kampus 4, Kragilan, Tamanan, Banguntapan, Selasa (30/4/2019). Kompetisi itu menjadi bagian dari acara Festival Kuliner yang diselenggarakan Program Studi Bisnis Jasa Makanan (BISMA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). - Harian Jogja/Uli Febriarni
02 Mei 2019 12:07 WIB Uli Febriarni Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Program Studi Bisnis Jasa Makanan (BISMA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan Festival Kuliner UAD, di kompleks UAD Kampus 4, Kragilan, Tamanan, Banguntapan, Selasa-Rabu (30/4/2019-1/5/2019).

Kaprodi BISMA UAD, Retnosyari Septiani menuturkan, Festival Kuliner UAD berisikan sejumlah rangkaian acara, mulai dari kompetisi memasak, food carving bagi pelajar, bazar makanan, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan mitra bisnis, industri dan asosiasi serta seminar kewirausahaan bertema Trend Kuliner di Era Industri 4.0. Dalam kegiatan ini, ditampilkan pula puluhan karya mahasiswa Bisma UAD.

"Pelajar yang meraih juara pertama pada kompetisi, berhak mendapatkan keringanan biaya ketika mendaftar dan masuk di Bisma UAD," kata dia, ditemui di lokasi, Selasa (29/4/2019).

Bekerja sama dengan banyak pihak, kegiatan ini bertujuan menjadi ajang promosi Prodi Bisma, yang merupakan prodi baru di UAD dan satu-satunya prodi Bisma di Indonesia. Sekaligus bagi mahasiswa, acara ini menjadi semacam kuliah lapangan dalam belajar membuat produk pangan dan menjualnya.

Pasalnya, profil lulusan Bisma UAD diharapkan menjadi pengelola bisnis jasa makanan, yang ketika dalam masa pendidikan, mereka diberi kemampuan kompetensi di bidang bisnis, pemasaran, layanan, ramah tamah, pengolahan pangan.

"Kami berharap lewat kegiatan ini, masyarakat bisa mengenal prodi Bisma, menumbuhkan minat pelajar SMA/K untuk meneruskan pendidikan, kuliah di prodi kami. Selain itu, Bisma UAD juga bisa terus menjalin kerjasama dengan mitra bisnis dan instansi dalam mengembangkan kuliner," tuturnya.

Kepala Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) Dinas Koperasi dan UKM DIY (Diskop dan UKM DIY), Syam Arjayanti mengungkapkan, kali ini Diskop dan UKM DIY turut berpartisipasi dalam pameran UKM yang menjadi rangkaian Festival Kuliner UAD. Tercatat ada sekitar 30 UKM binaan pemerintah DIY yang ikut unjuk diri dalam bazaar.

Menurut dia, penting bagi UKM untuk ikut pameran seperti yang digelar oleh UAD tersebut, karena tanpa promosi, maka produk UKM tidak akan dikenal. Penjualan via daring memang bisa dilakukan, namun tidak sedikit masyarakat yang meragukan kualitas produk UKM. Sedangkan dengan hadir dan ikut dalam bazar, penjual dan pembeli bisa bertransaksi sekaligus melihat langsung kualitas produk UKM yang ada.

Pihaknya berharap, lewat lomba foto dan blog yang juga menjadi bagian dari Festival Kuliner, Diskop dan UKM DIY bisa mendapat timbal balik informasi dari peserta lomba perihal produk UKM yang ada. Dari sana, dinas bisa menggunakannya sebagai masukan dalam melakukan pembinaan bagi UKM.

"Kami juga berharap, kegiatan ini bisa memotivasi mahasiswa berwirausaha," ucapnya.