Puluhan Tahun Cemari Lingkungan, TPS Ini Segera Ditutup

Kondisi tumpukan sampah di TPS Pringwulung, Minggu (12/5/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
12 Mei 2019 18:07 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pringwulung, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman diprotes warga Pringgodani, Desa Caturtunggal yang lokasinya berbatasan dengan TPS tersebut. Pasalnya, tumpukan sampah TPS itu sudah overload dan menimbulkan polusi serta pencemaran Sungai Gajah Wong.

Salah satu warga Pringgodani, Desa Caturtunggal, Jumakir, 50 yang tinggal persis di seberang sungai Gajah Wong mengatakan kondisi tumpukan sampah tersebut sudah berlangsung puluhan tahun. “Ini kan daerah perbatasan [antara] Desa Caturtunggal dan Condongcatur, jadi tumpukan sampah yang sudah hampir ke sungai itu berdampak ke warga, terutama kami yang tinggal di sekitar sungai,” kata dia, Minggu (12/5/2019).

Dia mengatakan saat kondisi cuaca hujan, tumpukan sampah tersebut beberapa kali longsor dan hanyut ke sungai. Selain itu, kata dia, kondisi tersebut juga berpengaruh ke sumur warga. “Apalagi kalau hujan terus panas, itu baunya parah. Saya juga bingung, itu kondisi TPS sudah penuh namun mengapa tetap dibuang kesitu. Kalau kami di Pringgodani sudah ada tukang sampah,” ujar dia.

Kepala Desa (Kades) Condongcatur, Reno Candra Sangaji mengaku telah menggelar rapat koordinasi yang melibatkan Pemdes Condongcatur, Desa Caturtunggal, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman dan pengelola sampah di Pringwulung, Kamis (9/5/2019) lalu. “Berdasarkan kesepakatan, lokasi tumpukan sampah akan ditutup pada Juni 2019. Sebelum penutupan, akan dilakukan gotong royong antara warga dan pengelola sampah serta dari UPT Persampahan DLH untuk mengevakuasi sampah,” kata Reno, Minggu.

Dia mengatakan TPS tersebut telah beroperasi puluhan tahun, namun, karena volume sampah yang banyak, akhirnya menumpuk dan menimbulkan pencemaran. “Biasanya dibawa ke Piyungan, namun karena volume sudah banyak, jadi dari kelompok pengelola sampah juga membawa sesuai kemampuan,” kata dia.

Setelah pentupan, kata dia, sampah dari warga Pringwulung akan dikelola oleh Kelompok Pengelola Sampah Pringwulung dengan menyediakan depo sementara dan sampah residu bekerja sama dengan UPT Persampahan DLH. “Selanjutnya nanti akan dibuang ke depo yang sudah ditunjuk oleh UPT [Persampahan] dengan membayar retribusi sampah,” ucap Reno.