Libur Kenaikan Yesus Kristus, BNI Buka Layanan Terbatas di Jateng
BNI buka layanan operasional terbatas di Jawa Tengah saat libur Kenaikan Yesus Kristus 2026, termasuk transaksi perbankan esensial.
Penyerahan bantuan oleh Hotel tentrem./Ist
Harianjogja.com, JOGJA- Rona bahagia terpancar di wajah senja eyang kakung dan putri penghuni Wisma Kasepuhan Wahyun Asror Yogyakarta, pada momen silaturahmi bersama staf dan manajemen Hotel Tentrem Yogyakarta, Selasa (28/5) lalu. Tak hanya berkunjung, Hotel Tentrem Yogyakarta juga membersihkan Panti Jompo tempat tinggal para eyang, berbagi kebahagiaan melalui serangkaian acara, dan memberikan santunan.
Acara dibuka dengan membersihkan lingkungan Wisma Kasepuhan Wahyun Asror. Mulai dari mengepel seluruh ruangan, membersihkan kamar mandi, merapikan tanaman dan rumput, sampai mengganti seprei, mengganti handuk dan alat mandi. Sebagian staf terlihat mendampingi para eyang selama kamar mereka dibersihkan, berbagi cerita tentang keluarga dan perjuangan hidup mereka.
Sembari menunggu waktu buka puasa, sebanyak 22 eyang kakung dan putri diajak untuk bernyanyi bersama dan bercerita. Usia senja tak memudarkan semangat mereka untuk mendendangkan lagu kesayangan.
Di bulan yang suci ini doa sarat dilantunkan, tak terkecuali oleh para lansia. Suasana berubah haru ketika mereka mengungkapkan doa dan harapan mereka pada momen Balon Harapan. Dibantu oleh staf Hotel Tentrem Yogyakarta, doa dan harapan dituliskan pada secarik kertas dan diikatkan pada balon.
Harapan itu antara lain; “Semoga anak cucu menjadi orang yang besar dan tidak mudah menyerah”. Mugi-mugi urip tentrem”. “Ingin sehat dan tidak merepotkan orang lain”. “Semoga lebih sering dijenguk anak”.
“Anak saya ada disini, tapi tidak pernah menjenguk, mungkin malu ibunya sekarang sudah tua dan tidak bisa jalan," ujar eyang Siti, salah satu penghuni Wisma Kasepuhan Wahyun Asror. Tak hanya para lansia, pengurus panti dan staf Hotel Tentrem Yogyakarta juga menuliskan harapan mereka dan mengikatkannya pada balon. Momen haru berangsur menghilang ketika para peserta menerbangkan balon ke udara.
“Menerbangkan balon adalah simbol doa yang kita panjatkan, sekaligus melambangkan keihklasan dan kesiapan. Dalam hidup ini, kita tahu dan siap, kapan melepaskan atau mempertahankan hal-hal yang selama ini kita pegang atau kita harapkan”, ujar Suprapti Suprobo, Executive Assistance Manager Hotel Tentrem Yogyakarta.
Hotel Tentrem Yogyakarta memberikan santunan berupa matras decubitus, tabung oksigen, dan kebutuhan sehari-hari seperti seprei, handuk, alat mandi pribadi, popok lansia, obat-obatan dan multivitamin, sarung dan pakaian. Secara simbolis, santunan diterima oleh Suyanta, Ketua Yayasan Madania dan Eko Wahyuni, pemilik Yayasan Madania, tempat Wisma Kasepuhan Wahyun Asror bernaung.
“Tak hanya anak, orang tua juga sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Saat dewasa, kita sering lupa pada orangtua yang membesarkan dan menjadikan kita seperti sekarang. Acara ini kami persembahkan bagi orangtua yang hebat dan kuat, yang diwakili oleh para eyang yang ada di sini. Kita semua akan menjadi tua nantinya, semoga hal itu tidak menghalangi kita untuk terus membagikan inspirasi dan kasih sayang satu sama lain," kata Suprapti Suprobo saat menutup acara dengan bersama-sama menyantap hidangan buka puasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI buka layanan operasional terbatas di Jawa Tengah saat libur Kenaikan Yesus Kristus 2026, termasuk transaksi perbankan esensial.
Polisi menembak kaki pelaku pemerkosaan dan penyekapan wanita asal Kalimantan Utara di Makassar saat mencoba melawan ketika ditangkap.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Madura United di laga kandang terakhir. Van Gastel memuji permainan dominan timnya di babak pertama.
Bali United menang telak 4-1 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-33 Super League 2025/2026 di Stadion Dipta.
Manchester United memastikan finis posisi ketiga Liga Inggris 2025/26 setelah menang dramatis 3-2 atas Nottingham Forest di Old Trafford.
Polresta Sleman menegaskan kasus viral Shinta Komala terdiri atas dua perkara berbeda, yakni dugaan penggelapan dan aduan etik polisi.