Bencana Kekeringan Sudah Melanda DIY, Sejumlah Desa Minta Air bersih

Ilustrasi warga mengambil air di sumber mata air karena kekeringan. - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
03 Juni 2019 23:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menyebut sudah tiga desa di Bantul yang mengajukan untuk dikirim air bersih selama musim kemarau tahun ini. Ketiga desa tersebut adalah Desa Segoroyoso Pleret, Triharjo Pandak, dan Desa Terong Dlingo.

"Ini baru awal musim kemarau permintaan dropping air bersih belum banyak. Dimungkinkan permintaan air masih akan bertambah, karena puncak kemarau baru terjadi pada Agustus mendatang," kata Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto, Senin (3/6/2019).

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pengiriman air bersih, Dwi mengaku sudah berkoordinasi dengan sejumlah organisaai pemerintah daerah (OPD) dan swasta terkait peminjaman armada dan ketersediaan sir bersih. Salah satunya adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk menyiapkan saluran air beraih yang paling terjangkau.

Selain itu, ada Dinas Sosial; Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman; Dinas Lingkungan Hidup (DLH), "Saatnya nanti kalau banuak permintaan semua armada dari dinas teknis akan diontensifkan, " kata Dwi.

Perioritas utama pengiriman air beraih adalah untui konsumsi sehari-hari. Kemudian kebutuhan di rumah ibadah. Dwi Daryanto menambahkan peta kekeringan tahun ini diperkirakan masih sama dengan kondisi kekeringan tahun lalu. Hanya ada penambahan titik dalam satu desa. Untuk wilayah kecamatannya masih sama.

Sementara itu, Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG DIY, Etik Setyaningrum, sebelumnya mengatakan musim kemarau sudah dimulai secara bertahap sejak April-Mei. "Kemarau ini secara periodik akan menguat setiap bulannya dan masuk puncak musim kemarau pada Juli-Agustus," kata Etik.