Di Mergangsan, Kuda Juga Ikut Takbiran

Kontingen Festival Takbir Mergangsan dari Masjid Jami' Kintelan, Dipowinatan, memasuki titik kumpul di Museum Perjuangan Yogyakarta, Selasa (4/6/2019).-Harian Jogja - Lugas Subarkah
05 Juni 2019 05:47 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Festival Takbir Mergangsan 1440 Hijriah diikuti 22 masjid yang tersebar dari seluruh DIY di Museum Perjuangan Yogyakarta, Selasa (4/6/2019). Masing-masing kontingen menunjukkan kebolehannya, baik dalam kostun, properti maupun koreografi.

Salah satu kontingen unik datang dari Kampung Dipowinatan, Kelurahan Keparakan, yakni Masjid Jami' Kintelan. Rombongan ini terlihat cukup mencolok dengan dua kuda beserta keretanya yang ikut dalam barisan.

Koordinator Takbir Masjid Jami' Kintelan, Abram Heta Pratama, menjelaskan kelompoknya mengusung tema Bergodo. Maka para peserta pun mengenakan kostum Bergodo Merah beserta propertinya, seperti tombak dan bendera.

Untuk memperkuat kesan prajurit Kraton, pihaknya juga menghadirkan kereta kuda yang ditarik dengan kuda sungguhan. "Kudanya mennyewa, kalau keretanya memang kami sudah punya," katanya, Selasa.

Lalu untuk bregada, Dipowinatan juga telah punya sejak lama. Dipowinatan sebagai salah satu kampung wisata biasa menampilkan bergodo untuk menyambut tamu wisatawan.

Kontingen unik lainnya datang dari Kampung Pujokusuman, Kelurahan Keparakan, yakni Masjid Darussalam. Jika kebanyakan peserta menggunakan drumband sebagai pengiring takbir, kelompok ini menggemakan gamelan.

Koordinator Takbir Masjid Darussalam, Sugi, menuturkan meraka mengusung tema Islam Mongolia. Untuk itu para peserta mengenakan kostum menyerupai busana khas Mongolia. "Karena pasti enggak ada yang pakai tema ini," kata dia.

Dalam takbiran kali ini pihaknya memasukkan unsur gamelan sebagai musik pengiring. Menurutnya, gamelan merupakan salah satu media masuknya islam ke Nusantara, di samping wayang dan seni tradisi lainnya.