Jadwal SIM Keliling Bantul 18 Juni, Cek Lokasi
Jadwal SIM keliling Bantul 18 Juni 2026, lengkap lokasi dan jam layanan. Kuota terbatas, datang lebih awal.
Ilustrasi CPNS. /Antara Foto-Adwit B Pramono
Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY mengajukan 1.700 formasi untuk lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 ini. Usulan yang disampaikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY tersebut tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.
Kepala BKD DIY, Agus Supriyanto menjelaskan meskipun usulan untuk CPNS tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu namun jumlah formasi yang diusulkan jauh lebih banyak. Mulai administrasi, guru, paramedis, dan fungsional lainnya. "Kalau tahun lalu paling banyak guru. Tahun ini yang diusulkan, formasinya lebih banyak," katanya, Rabu (12/6/2019).
Banyaknya formasi yang diajukan tahun ini, kata Agus, dikarenakan jumlah pensiun (PNS) setiap tahun bertambah. Bahkan hingga 2020, pegawai Pemda DIY yang akan pensiun mencapai 5.000 orang. "Masalah nanti dikasih seratus dua ratus, tergantung Pusat. Sepeti tahun lalu, kami ajukan 1.700 formasi yang dikasih hanya 766 saja. Gak masalah," kata Agus.
Dijelaskan dia, kekurangan PNS di seluruh instansi terjadi secara merata. Untuk mengatasi kekurangan itu pihaknya selama ini memaksimalkan tenaga yang ada dengan memberikan pendidikan pelatihan agar mampu mengerjakan kompetensi yang lain.
Sampai saat ini, kata Agus pihaknya belum mendapatkan surat secara resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan RB) terkait lowongan CPNS 2019. Jika betul Lowongan CPNS dibuka tahun ini, dia berharap usulan kebutuhan PNS di Pemda DIY dapat dipenuhi.
"Kami sudah usulkan sejak Januari lalu. Informasinya, tahap pertama dibuka pendaftaran untuk PPPK itu sekitar Juli nanti, dan untuk CPNS sekitar Oktober," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM keliling Bantul 18 Juni 2026, lengkap lokasi dan jam layanan. Kuota terbatas, datang lebih awal.
Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran Himbara di Istana Merdeka untuk membahas ekonomi nasional di tengah sorotan kebijakan BI Rate.
Obesitas tidak hanya dipengaruhi genetik. Dokter gizi menyebut gaya hidup, pola makan, dan aktivitas fisik menjadi faktor utama pengendalian berat badan.
Gibran Rakabuming meminta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dikaji matang agar tidak merugikan warga dan mengganggu aktivitas sekolah.
Angka kematian ibu dan bayi di Bantul hingga Mei 2026 menurun dibanding tahun lalu. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pemantauan kehamilan berisiko.
Korban Hanania Travel mengadu ke Komisi III DPR RI. Sekitar 3.000 calon jamaah disebut mengalami kerugian dan menuntut haknya dikembalikan.