Ada Pesan Harmoni dalam Keberagaman di Musik Malam TBY

Penampilan salah satu band di acara Musik Malam TBY, Jumat (14/6/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
15 Juni 2019 23:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Taman Budaya Yogyakarta (TBY) kembali menggelar pentas Musik Malam TBY dengan tajuk Harmony in Diversity di panggung terbuka TBY, Jumat (14/9/2019) malam. Konser tersebut digelar setelah sebulan terakhir tidak ada konser musik seiiring pelaksanan ibadah puasa Ramadan.

Kurator Musik Malam TBY, Heri Susilo mengatakan pada gelaran tersebut sejumlah band musik yang tampil berasal dari banyak genre. Mulai dari U Can See, MOG, Thoraq Hard Rock, dan King Harjo. "Musik Malam TBY ini pertama kali digelar setelah libur sebulan lebih. Kami menampilkan lima band sesuai dengan tema yang diangkat," katanya, Jumat.

Sejumlah band musik yang ditampilkan pada Jumat malam memiliki karya kreatif tersendiri. Genre yang beragam juga memompa semangat pengunjung dan penikmat musik untuk mempererat persahabatan. Kreativitas musik dan keragaman genre semakin mewarnai gelaran musik malam di TBY saat itu.

Aksi pertunjukan outdoor di halaman TBY menjadi ruang ekspresi bagi para pencinta musik. Para pencinta musik dihibur oleh irama musik mulai pukul 19.30 WIB hingga 23.00 WIB. Masing-masing band yang tampil juga memiliki fan tersendiri. "Ini akan menjadi ruang interaksi bagi para pemusik," katanya.

Tema Harmony in Diversity yang diusung saat Musik Malam TBY menjadi simbol universal dalam dialektika kehidupan, di mana perbedaan yang muncul tidak harus dipertentangkan. Harmony in Diversity memiliki arti kurang lebih harmoni dalam keberagaman, mengajak seluruh masyarakat menghargai perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan serta pilihan. "Dalam musik juga banyak genre, mereka bisa harmoni dalam perbedaan," katanya.

Sebelumnya, Kepala TBY Jogja Diah Tutuko menjelaskan beragam kegiatan yang digelar di TBY bertujuan untuk mendukung dan menguatkan visi TBY sebagai The Window of Yogyakarta di tingkat nasional maupun internasional. Dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi para seniman, TBY menjadi ruang kreatif. "Banyak kelompok seni di Jogja termasuk di sekolah dan kampus. Ini semangat yang juga harus dijaga," katanya.