Hanya Sepekan, 9 Pelancong Nyaris Tewas Terseret Gelombang Pantai Selatan

Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan Spanduk berisi imbauan agar tidak berenang di laut terpasang di pemecah ombak Pantai Glagah, Kulonprogo, Sabtu (15/6/2019), menyusul tingginya gelombang Pantai Selatan beberapa waktu terakhir. - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
16 Juni 2019 05:37 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Sepekan terakhir gelombang tinggi melanda Pantai Selatan DIY. Untuk wilayah Kulonprogo, sudah ada sembilan korban yang terseret arus pasang saat gelombang tinggi.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko, mengatakan sebanyak sembilan orang pengunjung pantai tersebut terseret ombak dalam jangka waktu sepekan terakhir. Namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pelancong yang terseret gelombang hanya mengalami luka-luka.

Sebelumnya pada Rabu (12/6/2019) lalu, tingginya gelombang menyebabkan rumah warga, kolam renang wisata, sebuah warung dan tempat penangkaran penyu di Pantai Trisik rusak karena tersapu ombak.

Tingginya gelombang dalam sepekan terakhir sudah diantisipasi oleh SRI Wilayah V Kulonprogo. Aris mengatakan pihaknya sudah memasang garis polisi bekerja sama dengan Polsek Temon sebagai upaya pengamanan di bibir pantai.

"Antisipasi lain kami berjaga di pos pantau pemecah ombak [Pantai Glagah], dan juga melakukan patroli di area-area yang sering dikunjungi oleh pengunjung," jelas Aris, Sabtu (15/6/2019).

Pihaknya mengimbau agar pengunjung tidak mandi di pantai karena gelombang yang tinggi. "Berdasarkan informasi BMKG [Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika], ketinggian ombak di laut selatan DIY mengalami peningkatan sampai 16 Juni nanti dengan rata-rata tinggi tiga setengah sampai empat meter," katanya.

Pengunjung yang berwisata di Pantai Glagah, Sofa Hasanah mengaku sudah mengetahui adanya gelombang tinggi di Pantai Selatan dari media sosial. "Tapi kalau wisatanya tidak takut meski gelombang sedang tinggi. Yang penting sejauh garis aman saja," tuturnya.