Masih Bingung dengan PPDB 2019, Sejumlah Orang Tua Datangi Sekolah

Sejumlah orang tua siswa memantau penerimaan peserta didik baru, di SMPN 1 Wonosari, Jumat (6/7/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
19 Juni 2019 08:47 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah orang tua siswa masih kebingungan dengan teknis pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 jenjang SMA/SMK. Beberapa di antara mereka mendatangi sekolah yang akan dipilih untuk didaftarkan, salah satunya ke SMA N 3 Jogja, Senin (17/6/2019).

Seorang warga Kelurahan Bausasran, Ari mengungkapkan, kedatangan dirinya ke sekolah bermaksud untuk berkonsultasi sekaligus meminta informasi terkait zonasi. Tempat tinggalnya berada pada zona satu SMA N 3 Jogja, SMA N 6 Jogja dan SMA N 10 Jogja.

"Pertimbangan menentukan pilihan pertama masih agak bingung, takut salah pilih, dilempar-lempar [sistem] malah nanti tidak dapat sekolah," ungkap dia, Senin.

Senada, warga Kelurahan Panembahan, Annisa mendatangi sekolah untuk berkonsultasi perihal pendaftaran sekolah adiknya yang ingin mendaftar ke SMA N 3 Jogja jurusan IPA, IPS dan jurusan IPA di SMA N 7 Jogja.

Operator PPDB SMA N 3 Jogja, Rudy Hartanto mengatakan, kedatangan orang tua siswa untuk meminta informasi dan berkonsultasi perihal PPDB sudah terjadi sejak pagi. Menurut dia, informasi yang banyak ditanyakan adalah tentang mekanisme pendaftaran, syarat dan berkas yang dibutuhkan.

Ia mengungkapkan, syarat untuk mengambil token antara lain calon peserta didik harus membawa Surat Keterangan Lulus (SKL), Kartu Keluarga (KK) dan KTP orangtua. Lewat konsultasi, ia menemukan bahwa, sejumlah orang tua siswa masih salah persepsi perihal pengambilan token.

"Mereka mengambil token itu 'cepet-cepetan', mereka mengira sudah mengambil token itu berarti sudah mendaftar, padahal tidak demikian," kata dia.

Untuk mendukung pelaksanaan PPDB 2019 jenjang SMA/K, sekolah setempat ikut menyosialisasikan perihal PPDB lewat beragam akun media sosial resmi milik sekolah.