854 Personel PMI DIY Dapat Penghargaan

Ilustrasi Palang Merah Indonesia - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
24 Juni 2019 00:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 854 personel Siaga Lebaran Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) tahun 2019 secara simbolis menerima penghargaan pada acara Syawalan dan Silaturahmi PMI DIY di Sky Garden Rich Hotel Yogyakarta, Jumat (21/6/2019) malam.

Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo mengatakan tidak hanya sukarelawan tetapi penghargaan juga diberikan kepada mitra-mitra kerja PMI yang telah bekerja sama dalam Pos Bersama Siaga Lebaran 2019 yakni Polda DIY, Kwarda, Basarnas, RRI, Orari, Rapi, Unjani, Poltekes Kemenkes dab BBTKLPP.

“Kami berharap penghargaan ini bisa menginspirasi. Menggunggah banyak orang tentang kepedulian, tentang kemanusiaan, tentang berbagi kebahagiaan kepada sesama. Sukarelawan-sukarelawan PMI bekerja tanpa membedakan agama, bangsa, suku bangsa, warna kulit, jenis kelamin, golongan dan pandangan politik," kata Gusti Prabu, di Sleman, Jumat (21/6).

Dia menegaskan relawan PMI DIY juga semakin bangga ketika sudah ada rompi yang melekat di tubuh mereka. Sukarelawan jadi tambah semangat dan apa yang mereka lakukan juga bisa bermanfaat dalam kegiatan kegiatan untuk menolong sesama baik itu musibah apapun.

Termasuk, lanjut Gusti Prabu, sukarelawan juga dilibatkan ketika ada kasus pembunuhan, bencana alam maupum kecelakaan. “Teman teman kepolisian juga mengundang relawan untuk bisa membantu apa saja dan kapan saja,” ungkapnya.

Gusti Prabu juga mengatakan nantinya PMI DIY membuat kantor khusus bagi sukarelawan agar kerja relawan bisa lebih terkoordinasi dengan baik. “Selama ini kantor surelawan tidak ada, tapi alhamdulillah di kabupaten atau kota sudah ada walaupun hanya satu kamar menjadi kamar bersama. Tinggal PMI DIY dalam waktu dekat mau membangun dua lantai satu kantor di atas, dan di bawah untuk ruang pertemuan,” katanya.

Ikhwal pembentukan kantor untuk relawan PMI DIY karena sebuah organisasi sejatinya memerlukan kantor sekretariat kaitannya dengan upaya perencanaan. Pada kesempatan yang sama juga akan dilakukan penandatanganan kerja sama antara PMI DIY dengan Universitas Achmad Yani Yogyakarta dan Stikes Guna Bangsa. Kerja sama meliputi diseminasi kepalangmerahan, kampus siaga bencana, inisiasi pendirian unit relawan PMI dan rekognisi pembelajaran lampau.

Wakil Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI DIY Suryanto mengatakan rekognisi pembelajaran lampau adalah untuk meningkatkan kompetensi pegawai Unit Donor Darah PMI ke jenjang yang lebih tinggi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan darah kepada masyarakat.

Untuk membangun semangat persaudaraan serta kepedulian terhadap kemanusiaan, PMI membutuhkan jejaring yang luas, di antaranya dengan mengajak insan pers baik media cetak maupun elektronik untuk berperan serta mendiseminasikan dan mewartakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang dilakukan PMI. Mari bersama menebar senyum, tiada henti berkarya untuk kemanusiaan.