Jumlah Peternak dan Kebutuhan Ayam di DIY Akan Didata Ulang

Ilustrasi ternak ayam. - Bisnis/Rachman
04 Juli 2019 07:27 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Untuk mengantisipasi harga ayam hidup kembali anjlok, Dinas Pertanian (Distan) DIY bersama Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta (Apayo) sepakat untuk memperbarui data jumlah peternak dan kebutuhan ayam di DIY.

Kepala Distan DIY Sasongko mengatakan perbaikan data tersebut dilakukan dari bawah. Masing-masing kabupaten akan melakukan pendataan jumlah peternak yang saat ini beroperasi. "Kami akan petakan, apakah anjloknya ayam kemarin akibat over supply atau tidak? Kami akan lakukan pendataan," katanya usai pertemuan dengan Apayo, Selasa (2/7/2019).

Pertemuan tersebut, kata Sasongko, akan ditindaklanjuti dengan data masing-masing. Baik dari kabupaten maupun peternak. Hal itu juga bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah kebutuhan ayam untuk wilayah DIY. Misalnya kebutuhannya satu juta dalam setahun, itu nanti akan disesuaikan dengan produksi di tingkat peternak. "Jadi model ini juga diharapkan bisa diadopsi di tingkat pusat. Jadi masing-masing daerah bisa mengetahui sebaran ayam dan kebutuhan di daerahnya masing-masing," katanya.

Dijelaskan Sasongko, Jogja hanya menjadi dampak dari terjadinya kelebihan pasokan ayam yang terjadi di luar daerah. Seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan juga Jawa Barat. Banyaknya ayam yang masuk ke DIY menyebabkan kelebihan pasokan terjadi di DIY. Menurutnya, persoalan tersebut lebih pada masalah pengawasan lalu lintas unggas. "Pengawasan lalu lintas ini yang perlu ditingkatkan. Makanya, pendataan ulang soal jumlah produksi dan kebutuhan ini penting untuk menentukan kebijakan selanjutnya," kata Sasongko.

Terkait hal itu, Ketua Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta (Apayo) Hari Wibowo menepis jika kelebihan pasokan di DIY terjadi akibat masuknya ayam dari daerah lain. Menurutnya, justru banyak peternak di DIY yang menjual ayamnya ke luar daerah. "Soalnya kondisinya sama [di luar daerah]. Di DIY cenderung harga flat rendah. Jadi lebih banyak yang keuar. Keluar saja berupa Karkas setelah dipotong," katanya.

Apayo, katanya, mengusulkan agar ada pendataan ulang soal ayam. Baginya Pemda dan para peternak membutuhkan data terbuka terkait ayam. "Data terbuka mulai dari kabupaten hingga provinsi. Ini agar semua wilayah tahu kapasitas kandang berapa, potensi penjualannya berapa?," Katanya.

Misalnya, kata Hari, kebutuhan perbulan sekitar 150.000 ekor. Naik turunnya (jumlah ayam) tergantung dari event. Seperti menjelang Ramadan kebutuhan naik antara 10%-20% itu masih wajar. Jika dalam satu daerah dinilai kapasitas kandang sudah over, Hari mengusulkan agar peternak bisa mengurangi jumlah produksi. "Isinya [kandang] tidak harus full [dikurangi]. Yang jelas kalau sudah diketahui, tatanan produksi hingga distribusi ayam bisa diketahui. Peternak juga membutuhkan data itu agar tidak terjadi sodok-sodokan," katanya.