Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Bala Mudho Satrio dalam pementasan di Candirejo, Minggu (16/6/2019). /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, JOGJA--Jatilan bisa jadi salah satu seni tradisi yang saat ini sedang digandrungi anak muda Jogja, terbukti dengan bermunculannya grup-grup jatilan baru yang tak kalah apik permainannya dibanding grup jatilan yang lebih senior.
Salah satunya adalah Bala Mudho Satrio. Grup jatilan yang bermarkas di Kampung Balapan, Kelurahan Klitren, Kota Jogja ini baru terbentuk pada 1 Desember tahun lalu, yang sampai saat ini telah memeriahkan gelaran jatilan di sejumlah daerah.
Ketua Bala Mudho Satrio, Ardian Wahyu Atmaja, atau yang akrab disapa Nando, menuturkan kepada Harian Jogja, Kamis (4/7/2019), jika grup jatilan ini berada di bawah naungan Paguyuban Sekar Sari.
Paguyuban ini menaungi tiga kegiatan seni tradisi Kelurahan Klitren, yakni jatilan, karawitan dan bergodo. Sekar Sari telah terbentuk sejak 2014. Memiliki sejumlah kegiatan rutin seperti latihan karawitan seminggu dua kali.
Lahirnya Bala Mudho Satrio tak lepas dari masifnya kegiatan seni di Sekar Sari, hingga para pemudanya berinisiatif untuk membuat grup jatilan. "Pertama kali tampil 5 april lalu, di Gelar Seni Budaya Klitren, bertempat di Embung Langen Sari," katanya.
Terakhir, Bala Mudho Satrio tampil di Nglipar, Wonosari, pada Minggu (30/6/2019) lalu. Grup ini beranggotakan sekitar 40 orang, dengan penari 16 orang ditambah pemusik dan kru. Anggota grup jatilan ini juga tergolong muda, dengan rentang usia 12-22 tahun, laki-laki dan perempuan.
Nando mengungkapkan, dibanding grup jatilan pada umumnya, Bala Mudho Satrio memiliki ciri khas yang membedakan. "Biasanya penari laki-laki dan perempuan dipisah dalam dua babak, kalau kami keduanya keluar bersamaan," katanya.
Nama Bala Mudho Satrio juga memiliki makna tersendiri, yakni Bala sebagai simbol grup ini lahir dari lingkaran pertemanan, Mudho menggambarkan usia anggotanya yang masih relatif muda dan Satrio merupakan pesan dari kakek Nando yang merupakan salah satu tokoh masyarakat, agar warga Klitren bisa memiliki sikap kesatria.
Kasi Pemerintahan, Pembangunan dan Trantib Kelurahan Klitren, Wasiman, mengatakan warga Klitren sangat antusias dengan kegiatan seni tradisi. "Ada banyak kegiatan seperti karawitan, gejok lesung, jatilan, bergodo dan lainnya," ungkapnya.
Saat ini Kelurahan Klitren berstatus Rintisan Kelurahan Budaya. Untuk event tahunan, mereka memiliki Unduh-unduh yang akan diselenggarakan setiap Juni. Ratusan warga dan pelaku usaha dari Klitren dan daerah sekitarnya terlibat dalam event ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
FIFA mengizinkan Bergson dan Brad Tapp membela Malaysia. Status Manuel Hidalgo dan Shane Lowry masih menunggu keputusan.
Cristiano Ronaldo meminta suporter yang mengejek mendiang Diogo Jota kepada Ruben Neves dilarang masuk stadion seumur hidup.
Riset 2026 menemukan generasi muda mengalami penuaan biologis lebih cepat. Kenali faktor gaya hidup dan lingkungan yang sedang diteliti.
MU kalah 0-1 dari Man City dan baru mengoleksi 4 poin. Brighton serta Fulham menanti saat Setan Merah berusaha bangkit.
Hyundai menunda ADAS mandiri hingga 2029 dan menggandeng Nvidia untuk menghadirkan teknologi Level 2+ dan 2++ mulai 2028.