Wisatawan menikmati keindahan Pantai Watu Nene di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Gunungkidul, Selasa (11/6/2019)/Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Menjamurnya spot foto di sejumlah objek wisata menjadi magnet wisatawan untuk jalan-jalan di Gunungkidul. Namun, spot foto yang belum punya standar keamanan menimbulkan kekhawatiran. Sampai sekarang, Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul belum menggandeng lembaga yang dapat menerbitkan sertifikasi keamanan spot foto.
Kepala Seksi Sarana Wisata Dinpar Gunungkidul, Yohanes Nanang Purtranto, mengatakan jajarannya butuh bantuan lembaga yang bisa memberikan sertifikasi keamanan. "Jadi bisa diketahui mana saja lokasi yang aman untuk foto," ujarnya, Selasa (9/7/2019).
Menurutnya, selama ini kelompok sadar wisata (pokdarwis) mendirikan spot foto di tanah milik mereka sendiri. Sejauh ini baru Pokdarwis Pantai Nglambor yang berkoordinasi dengan Dinpar Gunungkidul saat membuat spot wisata baru. "Kami berharap pokdarwis lainnya juga bisa menyampaikan apa yang akan dibangun, terutama spot foto," kata dia.
Dia mengatakan beberapa spot foto di kawasan pantai cukup berbahaya. Dia mencontohkan kayu yang dipasang sebagai pagar di tebing pantai. "Kayu yang terkena ombak lama kelamaan bisa lapuk dan membahayakan pengunjung," katanya.
Wakil Komisi B DPRD Gunungkidul, Edi Susilo, meminta pokdarwis mempertimbangkan aspek keamanan bagi pengunjung dalam membangun spot foto di lokasi wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.