Mahasiswa Azerbaijan Diberi Beasiswa untuk Belajar Agama di UAD

Kuliah umum yang disampaikan oleh Dubes Azerbaijan Husnan Bey Fananie, Rabu (17/7/2019). - Ist/UAD.
19 Juli 2019 09:17 WIB Sunartono Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta memberikan beasiswa kepada mahasiswa asal Azerbaijan untuk menempuh pendidikan di kampus tersebut. Adapun fokus keilmuan yang diberikan terutama berkaitan dengan agama dan bahasa.

Dubes Azerbaijan Husnan Bey Fananie sendiri menyampaikan akan mencarikan mahasiswa terbaik dari Azerbaijan untuk bisa menempuh pendidikan agama di UAD. Hal itu disampaikan dalam Kuliah Umum bertajuk Indonesia dan Azerbaijan ; Hubungan Antaraperadaban dan Budaya di Kampus UAD Ringroad Selatan, Bantul, Rabu (17/7/2019).

Rektor UAD Kasiyarno menjelaskan pihaknya sudah menandatangani kerja sama dengan empat perguruan tinggi di Azerbaijan. Terdiri atas perguruan tinggi berbasis teknologi, pendidikan serta teologi atau agama dengan harapan bisa saling bertukar keilmuan dan pengalaman pengembangan sumber daya manusia.

Ia mengatakan, pihaknya memberikan kesempatan bagi mahasiswa Azerbaijan untuk menempuh pendidikan di UAD. Adapun kuota yang diberikan bagi 10 mahasiswa dengan ditanggung akomodasinya. Prodi yang diberikan tersebut lebih difokuskan pada pendidikan agama dan bahasa.

“Kerja sama ini akan kami upayakan bisa terealisasi tahun ini, seperti pemberian beasiswa yang terutama untuk ilmu agama dan bahasa. Sebaliknya harapan kami juga mahasiswa kami bisa belajar di sana, tetapi dengan melihat minat mahasiswa kami untuk datang ke sana,” terang dia dalam rilisnya.

Dubes Azerbaijan Husnan Bey Fananie mengapresiasi UAD yang telah memberikan beasiswa kepada mahasiswa asal Azerbaijan. Mahasiswa tersebut rencananya akan ditempatkan di pesantren UAD. Oleh karena itu pihaknya akan mencarikan mahasiswa Azerbaijan yang terbaik untuk bisa menjalani kuliah di UAD.

“Kebutuhan di sana, terutama pendidikan secara umum tetapi khususnya pendidikan budi pekerti dan mental atau kalau kita bicarakan spesifik khususnya pendidikan agama. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan beberapa universitas terutama pendidikan pedadogi, teologi, ketuhanan, kalau di sana ilahiyat istilahnya yang mengkaji tentang keislaman dan perbandingan agama,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Husnan juga menyampaikan seputar sejarah Azerbaijan yang dari awalnya sebagai negara yang cenderung religius serta menjadi tempat lahirnya peradaban kemudian beralih menjadi sekuler. Bahkan terutama setelah diinvasi Uni Soviet menjadi terpecah belah. “Jangan sampai kondisi terpecah belah ini terjadi di Indonesia,” katanya.