Jelang Iduladha, Persediaan Gas Melon di Sleman Dipantau

Ilustrasi elpiji 3 Kg. - SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu
08 Agustus 2019 02:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pemantauan pasokan gas 3 kg (elpiji) bersubsidi menjelang Hari Raya Iduladha 2019/1440 H dilakukan oleh Bagian Perekonomian Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman.

Pemantauan elpiji bersubsidi ini dilakukan selama dua hari yaitu pada tanggal 6 - 7 Agustus 2019 dengan yang meliputi wilayah Sleman Tengah, Sleman Barat dan Sleman Utara dengan sasaran agen-agen gas, pangkalan serta pengecer gas.

Kasubbag Ketahanan Ekonomi Bagian Perekonomian Setda Sleman, Tien Pamungkasih mengatakan bahwa pemantauan ini merupakan salah satu upaya Pemkab Sleman dalam menjaga ketersediaan, khususnya gas subsidi 3 kg di Sleman.

“Dua hari ini kami bersama dengan Disperindag dalam rangka menjelang hari raya Iduladha melakukan pemantauan elpiji khususnya yang 3 kg dengan tujuan menjaga ketersediaan di lapangan karena biasanya menjelang hari besar nasional atau keagamaan, penggunaan elpiji meningkat,” kata Tien di sela-sela pemantauan di salah satu pangkalan elpiji, Rabu (7/8/2019).

Dalam pemantauan yang dilakukan selama dua hari tersebut, lanjut Tien, tim pemantauan gas mendatangi sejumlah tempat secara acak dari mulai agen, pangkalan bahkan pengecer. Dari sejumlah tempat yang didatangi, pasokan gas 3 kg masih relatif aman.

“Ketersediaannya itu ada, sehinga masyarakat yang berhak memakai gas elpiji 3 kg untuk keseharian tidak perlu cemas walaupun mungkin ada isu kelangkaan, namun demikian kalaupun terjadi kelangkaan, akan ada penambahan dari Pertamina yaitu fakultatif 5% sampai 7%. Namun secara umum kita rasa ketersediaan masih aman dan tercukupi,” tuturnya.

Tien mengatakan, ketersediaan elpiji 3 kg ini dinilai bisa mencukupi kebutuhan masyarakat yang berhak selama penjualannya dan pemasaran gas elpiji bersubsidi tepat sasaran. Penggunaan gas bersubsidi oleh pihak yang tidak berhak bisa menjadi salah satu faktor berkurangnya ketersediaan bagi masyarakat yang berhak.

Maka dari itu, kata Tien, Pemerintah Kabupaten Sleman terus menerus melakukan upaya dalam menjaga ketersediaan serta penyaluran yang tepat sasaran di antaranya beberapa waktu lalu telah dilakukan sidak terhadap sejumlah restoran yang masih menggunakan gas elpiji bersubsidi sekaligus mengganti dengan gas elpiji 5,5 kg (bright gas) non-subsidi.

Selain itu juga Pemerintah Kabupaten telah mendeklarasikan bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk menggunakan gas elpiji 5,5 kg non-subsidi sehingga hal tersebut diharapkan dapat menjadi solusi agar penggunaan dan pemasaran gas elpiji 3 kg tepat sasaran.