Mekanisme Pemindahan Belum Jelas, Pedagang Taman Denggung Mulai Resah

Salah seorang pekerja sedang beraktivitas di area yang akan dijadikan tempat bagi PKL makanan di Taman Denggung, Kecamatan Sleman, Kamis (8/8/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
08 Agustus 2019 15:57 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Proses pembangunan area untuk pedagang kaki lima (PKL) makanan yang saat ini menempati Taman Denggung hampir rampung. Namun lantaran mekanisme pemindahan yang belum jelas membuat PKL resah.

Area yang akan dijadikan tempat bagi PKL makanan Taman denggung tersebut berada di sebelah Pasar Beran. Tempat tersebut dibangun oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman sebagai bagian kegiatan penataan ruang terbuka hijau.

Dari penelusuran Harianjogja.com di lpse.slemankab.go.id, nilai pagu paket pengerjaan ruang terbuka hijau itu adalah sebesar Rp980 juta. Sedangkan nilai kontrak pengerjaan sebesar Rp734,5 juta.

Salah seorang PKL makanan Taman Denggung, Erna Wati mengaku hingga kini belum ada sosialisasi dari pihak terkait mengenai mekanisme pemindahan bagi PKL. “Padahal sepertinya pembangunannya sudah hampir selesai, memang pernah pendataan beberapa waktu lalu, tapi belum jelas mengenai mekanisme pemindahan,” kata dia, Kamis (8/8/2019).

Lebih lanjut, menurut dia, area yang sedang dibangun tersebut nantinya tidak akan mampu untuk menampung seluruh pedagang makanan yang berjumlah sekitar 72 PKL. “Jelas khawatir nanti para pedagang akan berebut, karena mungkin tidak semua bisa tertampung,” ucap dia

Dia mengaku sebenarnya tidak keberatan untuk dipindah, sebab tempat yang baru bersih, dan tidak terkesan kumuh. “Yang penting prosesnya transparan, karena ini juga rawan konflik,” kata dia

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Sleman, Junaidi mengatakan proses pembangunan area untuk PKL tersebut akan selesai akhir Agustus mendatang.

“Di area tersebut ada sekitar 36 hingga 42 kios. Sudah dilengkapi dengan fasilitas listrik, air bersih maupun westafel, untuk toilet, bergabung dengan Pasar Beran,” kata dia, Kamis (8/8).

Setelah pembangunan selesai, lanjut dia, dinasnya akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Satpol PP Sleman, maupun UPT Maguwoharjo selaku pengelola Taman Denggung terkait dengan mekanisme pemindahan PKL. “Kami cuma membangunkan fasilitasnya, karena merupakan bagian dari penataan Taman Denggung agar bebas PKL, untuk pengelolannya nanti setelah selesai dibangun itu Disperindag,” kata dia.

Sayangnya, Disperindag Sleman justru belum bisa memberikan keterangan terkait dengan siapa saja PKL yang akan menempati area tersebut. “Kami hanya operator, untuk proses siapa saja yang akan menempati area tersebut, kami nanti masih menunggu rapat koordinasi,” kata Kabid Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional Disperindag Sleman Haris Martapa.