Kelurahan di Jogja Mengeluh soal Target Lele Cendol

Ilustrasi Warga Jogja panen lele cendol. - Antara
19 Agustus 2019 18:07 WIB Arief Junianto Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah kelurahan di Kota Jogja mengaku kesulitan merealisasikan target 60 kolam lele cendol yang sebelumnya telah dicanangkan oleh Pemkot Jogja. Ketersediaan lahan disinyalir menjadi alasan sulitnya program itu direalisasikan.

Salah satu Kelurahan yang mengaku kesulitan memenuhi target tersebut adalah Kelurahan Kotabaru. Banyaknya warga di kelurahan tersebut yang berdomisili di tepian Sungai Code membuat pembangunan unit kolam lele cendol menjadi hal yang sulit dilakukan. “Jangan di-gebyah uyah, semua disamakan. Kalau di Kotabaru space-nya terbatas,” kata Lurah Kotabaru, Supardi, Senin (19/8).

Oleh karena itu dia berharap Pemkot Jogja terlebih dahulu meninjau kondisi setiap kelurahan serta kesiapan program.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sugeng Darmanto, menegaskan bisa atau tidaknya pemenuhan target kolam lele cendol sebenarnya tergantung pada kemauan masing-masing kelurahan. Dia mengklaim semua kelurahan sebenarnya bisa memenuhi target 60 kolam, termasuk Kotabaru. “Dengan target segitu [60 kolam ikan lele cendol] sebenarnya enggak masalah, lahannya mencukupi. Tinggal bagaimana menyiasatinya saja, kan tidak harus pakai bis beton,” katanya.

Penggunaan bis beton, kata dia, hanya salah satu opsi dari Pemkot Jogja untuk membuat kolam lele cendol. Namun jika dirasa terlalu besar atau mahal, kelurahan bisa menggunakan media lainnya. “Contohnya bisa pakai gentong, ember atau drum biru bekas yang bisa dibeli cukup seharga Rp100.000. Kalau hanya 60 unit apa sulit? Jadi tidak ada alasan,” kata dia.

Soal anggaran, budi daya lele cendol bisa menggunakan Dana Kelurahan. Lele cendol menjadi salah satu fokus dana kelurahan di samping Lorong Sayur, Kampung Sayur dan Biopori Jumbo. “Hanya memang banyak kelurahan yang hanya fokus pada pembangunan fisik saja, sehingga program pemberdayaan kurang terakomodasi,” ucap Sugeng.

Seperti diketahui, budi daya lele cendol menjadi salah satu strategi yang dilakukan Pemkot untuk memberdayakan keluarga miskin. Pasalnya, sasaran program tersebut melibatkan warga pemegang kartu menuju sejahtera (KMS).

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan Pemkot akan terus menggencarkan gerakan budidaya lele cendol dengan bis beton. Bis beton ini dijadikan sebagai kolam untuk membudidayakan lele bagi yang dilakukan di seluruh kelurahan.

Selain soal lahan, budi daya lele cendol juga dinilai paling mudah untuk dikembangbiakkan, terlebih kebutuhan lele di pasaran cukup banyak.

Bisa Disesuaikan

Jika memang di kelurahan tidak tersedia cukup lahan untuk kolam lele cendol sesuai target, maka jumlahnya bisa disesuaikan. “Semisal hanya mampu 40 kolam, kalau memang sudah disempil-sempilkan dan memang hanya muat segitu ya sudah tidak masalah,” ujarnya.

Saat ini, di Kota Jogja saat ini baru ada sekitar 800 kolam lele cendol. Jumlah ini baru sepertiga dari yang ditargetkan, yakni 2.400 kolam. Persebaran kolam mini juga belum merata, ada kelurahan yang baru membuat satu kolam sebagai sampel, namun ada juga yang memiliki lebih dari 100, yakni di Tompeyan, Tegalrejo.

Masa panen setiap kolam adalah 60 hari, maka target 60 kolam dibuat agar sirkulasinya bisa berlangsung terus.