Uji Coba Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor Dilaksanakan Mulai Pukul 09.00 WIB

Pengunjung Malioboro berfoto di tengah jalan saat uji coba bebas kendaraan bermotor, Selasa (18/6/2019). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
26 Agustus 2019 08:27 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Uji coba kawasan jalur pedestrian di Malioboro bebas dari kendaraan bermotor pada Selasa Wage (27/8/2019) akan dijadwal berbeda dengan sebelumnya. Selain penerapannya dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, pemerintah akan memaksimalkan kendaraan non bermotor dalam kegiatan ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Sigit Sapto Raharjo mengatakan jika sebelumnya pelaksanaan uji coba dilakukan mulai pukul 06.00 WIB, maka pada Selasa besok pelaksanaannya dilakukan mulai pukul 09.00 WIB. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha di Malioboro melakukan pengiriman barang yang akan dijual di kawasan tersebut. "Ini untuk mengakomodasi usulan yang masuk," katanya, Minggu (25/8/2019).

Dia berharap, setiap kali akan ada ujicoba harus ada evaluasi dan perbaikan. Salah satu evaluasi yang dilakukan adalah rencana tidak ada lagi perlintasan kendaraan bermotor dari Sosrowijayan sampai simpang Dagen ke Jalan Malioboro. Konsep kali ini diharapkan panggung pertunjukan yang ditampilkan di sepanjang Malioboro  bisa lebih maksimal. "Tapi pertunjukannya tidak usah pakai panggung karena bisa menutup trotoar. Kalau trotoar ditutup [oleh panggung] bisa mengganggu pengguna jalan," katanya.

Oleh karena itu, Sigit berharap tidak ada panggung yang didirikan selama masa uji coba dilakukan. Atraksi kesenian dan kebudayaan bisa dilakukan di trotoar agar pengunjung tidak memadati jalan utama Malioboro. Jalan utama tetap digunakan untuk bus Transjogja, dan kendaraan non bermotor lainnya. Apalagi pada Selasa Wage besok, pihaknya juga akan mengenalkan becak listrik sebagai transportasi alternatif di kawasan Malioboro.

"Kami akan uji coba becak listrik. Becak bertenaga khusus ini merupakan pengembangan kendaraan tradisional becak kayuh yang diharapkan dapat menggantikan becak montor [bentor] di kawasan Malioboro," katanya.

Disebutkan oleh Sigit, becak listrik yang akan dikenalkan sebanyak empat unit dari delapan unit yang disiapkan. Dari Dishub empat unit, BPD DIY dan Grab masing-masing dua unit. Penggunaan becak listrik ini nantinya diharapkan dapat dipesan secara online.

"Yang dikenalkan empat unit dulu. Gubernur sudah mengirim surat terkait izin becak listrik ke kementerian perhubungan. Becak listrik ini menjadi langkah awal upaya kami untuk mengganti becak motor [bentor]," katanya.

Kepala Dishub Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengatakan pihaknya terus melakukan perbaikan manajemen lalu lintas selama uji coba Malioboro sebagai kawasan pedestarian pada Selasa Wage. Perbedaan pelaksanaan uji coba yang ketiga kalinya pada pekan ini, tidak ada lagi perlintasan kendaraan bermotor dadi Sosrowijayan sampai simpang Dagen ke Jalan Malioboro.

"Kami masih membuka akses jalan untuk simpang Suryatmajan dan Pajeksan. Untuk Sosrowijayan dan Dagen sementara ditutup," katanya.

Diakuinya, pelaksanaan uji coba tersebut akan dilakukan setelah program reresik yang dilakukan para PKL di Malioboro. Setelah kegiatan reresik dilakukan, tim gabungan yang bertugas dalam manajemen lalu lintas akan menutup akses Jalan Malioboro. "Penutupan jalan dimulai pukul 09.00 WIB, pelaksana ujicoba akan berakhir hingga pukul 21.00," jelasnya.

Dalam konteks ini, Dishub Kota Jogja sudah melakukan koordinasi dengan Satpol PP, Dishub DIY, dan empat kecamatan penyangga Malioboro. Mulai Gondomanan, Danurejan, Gedongtengen, dan Ngampilan. Termasuk UPT Malioboro. "Hasil rakor diputuskan agar pelaksanaan uji coba dimulai setelah kegiatan reresik Malioboro yang dilaksanakan setiap Selasa Wage oleh para PKL," katanya.

Sebelumnya, Sekda DIY Gatot Saptadi berharap agar setiap kali uji coba dilakukan harus ada perkembangan (progres) yang diperoleh. Pada tahap ketiga ini, katanya, Pemda DIY akan mengoptimalkan kendaraan tidak bermotor. Pemda DIY juga akan mengamati masalah ketersediaan kantong parkir.

"Kawasan Malioboro yang merupakan bagian dari sumbu filosofi terus ditata mulai dari fisik hingga kini ujicoba kawasan semi pedestriannya harus diwujudkan," katanya.

Dia belum dapat memastikan kapan uji coba selesai. Menurutnya, pada saatnya nanti Malioboro akan menjadi kawasan yang tidak dilalui oleh kendaraan bermotor. "Makanya, kami berharap setiap uji coba dilakukan harus ada target-target capaian yang harus dilewati. Tidak hanya Malioboro, tetapi kawasan lainnya yang terdampak penutupan akses ke Malioboro Kami berharap dan punya target sampai akhir tahun ini," katanya.