Penjual Sayuran Hilang di Pantai Glagah, Tenggok dan Dompetnya Tertinggal

Kondisi tenggok sayur yang ditemukan tim SAR di Kawasan Pantai Glagah, Desa Glagah, Kecamatan Temon, Selasa (27/8/2019). - Ist/Dok warga
28 Agustus 2019 16:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Seorang perempuan lanjut usia hilang di kawasan Pantai Glagah, Desa Glagah, Kecamatan Temon, Selasa (28/8/2019). Hingga berita ini diturunkan, tim Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo bersama pihak terkait masih melakukan pencarian.

Koordinator SRI Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko menerangkan identitas perempuan tersebut yakni Tursiyem, 65, warga Dusun VIII Krembangan, Kecamatan Panjatan. Tursiyem saban hari berjualan sayur mayur di sekitar Pantai Glagah. Jam operasionalnya dari pagi hingga siang.

Namun pada Selasa malam, yang bersangkutan tak kunjung pulang. Keluarga lantas melakukan pencarian dan melaporkan hal ini ke pihak berwajib termasuk SAR setempat. Laporan tersebut diterima SRI Wilayah V sekitar pukul 21.30 WIB.

"Kami mendapat laporan dari warga Krembangan Panjatan yang sedang melakukan pencarian kerabatnya yang hilang dari pagi hingga malam tadi belum pulang ke rumah. Dapat informasi berada di sekitar kawasan Glagah," kata Aris, Rabu (28/8/2019) pagi.

Aris mengatakan setelah mendapat laporan anggotanya langsung melakukan pencarian mulai dari muara Pantai Glagah hingga Pantai Congot. Namun, hasil masih nihil. Yang diketemukan justru tenggok sayur milik korban beserta dompet dan sepasang sandal jepit warna biru. Barang-barang ini ditemukan oleh penjaring setempat di tepi pantai pada Rabu sekitar pukul 00.30 wib.

"Saat ini barang-barang sudah kami amankan di pos SAR, sementara sampai hari ini anggota masih melakukan pencarian dibantu babinsa setempat dan kerabat korban," ujarnya.

Aris belum bisa memastikan penyebab hilangnya korban. Namun ada kemungkinan yang bersangkutan hilang terseret ombak. Dugaan ini didasari penemuan barang-barang korban tepat di pinggir pantai.

"Dilihat dari kerusakan jeding [tenggok sayur] kemungkinan dugaan jalan di pinggir laut terus kegabyur ombak, bahasanya gitu, tapi sekali lagi baru dugaan soalnya tidak ada yang melihat, saat ini kita masih melakukan pencarian di area sekitar dan penyisiran pantai," terangnya.