35 Orang Mendayung Seru di Laguna Depok

Festival Dayung Bupati Bantul Cup 2019 - Harian Jogja/Desi Suryanto
07 September 2019 23:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL— Sebanyak 35 peserta mengikuti lomba dayung di Laguna Depok, Sabtu (7/9/2019) siang. Lomba dayung yang dikemas dalam Festival Dayung Bupati Bantul Cup 2019 berlangsung seru dan menyedot banyak pengunjung. Bahkan hingga lomba dayung selesai pengunjung masih tetap banyak karena ada berbagai hiburan yang disediakan.

Selain bisa menyaksikan lomba dayung, pengunjung juga bisa mengikuti senam sunset bersama kelompok senam Bantul Mantul with Minoels. Selama festival berlangsung pengunjung juga bisa menikmati aksi melukis, mengikuti lomba foto, dan berbagai aneka kuliner juga dihadirkan dalam festival tersebut sehingga pengunjung bisa berlama-lama bahkan bisa bertahan sampai lomba dayung selesai.

Festival Dayung Bupati Bantul Cup tahun ini adalah yang kedua kalinya digelar oleh Dinas Pariwisata Bantul bersama Paguyuban Olahraga Dayung Indonesia (Podsi) Bantul dan event organizer Harian Jogja, Jogjapro.

Bupati Bantul Suharsono juga turut hadir dalam kesempatan tersebut sekaligus memberikan penghargaan terhadap para pemenang lomba dayung. “Saya sangat mengapresiasi acara festival dayung ini dan berharap digelar setiap tahun,” kata Suharsono.

Ia mengatakan festival dayung menjadi ajang pembibitan para calon atlet dayung untuk berkiprah dalam berbagai kejuaraan. Selain itu festival dayung juga dapat menjadi ajang pariwisata olahraga atau sport tourism. “Kalau perlu setiap minggu bisa untuk latihan dayung di sini [Laguna Depok],” ujar dia.
Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul, Annihayah juga cukup bangga karena penyelengaraan festival dayung cukup meriah. Ia mengatakan Dinas Pariwisata menggelar festival dayung karena Dinas Pariwisata saat ini juga menjadi bapak angkat dayung. Selain itu juga kegiatan tersebut diharapkan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Laguna Depok yang berada di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek tersebut.

Menurut dia, para peserta lomba dayung kali dibatasi hanya para atlet dayung Bantul, karena menjadi bagian pembinaan para atlet dayung untuk ikut berbagai kejuaraan, namun penyelenggaraan berikutnya tidak menutup kemungkinan digelar secara terbuka dengan melibatkan atlet luar Bantul. Ketua Harian Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Podsi) Bantul, Arif Munawar mengatakan ada 35 peserta yang ikut lomba dayung yang terdiri dari 27 putra dan tujuh orang putri. Lomba juga dibagi dalam kategori pemula dan kategori junior.

Jenis lomba dayung kayak dan rowing, terdiri perorangan, dua orang, sampai empat orang. Mereka beradu kecepatan dengan jarak tempuh sekitar 500 meter. “Lomba dayung ini menjadi ajang pemanasan untuk ikut dalam ajang Pekan Olahraga DIY di Kulonprogo,” kata Arif.

Saat ini ada 40 orang atlet dayung senior dan 20 pendayung pemula. Mereka aktif berlaih. Sampai sekarang dayung di Bantul merupakan salah satu cabang olahraga pendulang emas setiap Porda yang berlangsung dua tahun sekali. “Sejak 2007 sampai 2017 cabang olahraga Dayung jadi juara umum dari Bantul,” kata Arif.

Sedangkan pemenang katagori kayak 1 putra adalah Prastiyanto. Ia mampu mendayung sejauh sekitar 500 meter selama dua menit 38 detik, disusul Martanto dua menit 42 detik dan Nasrodi dua menit 43 detik. Kayak putri diraih oleh Erna Widy Astuti dengan waktu tempuh tiga menit 10 detik, disusul, Rina Dwi Astuti tiga menit 12 detik, dan Alisa Veri Ananda tiga menit 36 detik.